Suara.com - Kantor Imigrasi Ambon memutuskan memakamkan jenazah Te Mau Dong, yang meninggal akibat bunuh diri di tahanan imigrasi, di tempat pemakaman muslim di Ambon, Provinsi Maluku. Hal itu karena WNA yang mengaku dari Myanmar itu belum juga mendapat pengakuan dari negara asalnya.
"Pertimbangan untuk dimakamkan di Ambon karena tidak ada kewarganegaraan dan juga karena pertimbangan kemanusiaan," kata Kepala Imigasi Ambon, Armand Surya, di Ambon, Maluku, Rabu (5/1/2022).
Te Mau Dong, pria berusia 56 tahun yang mengaku berasal dari Myanmar, ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi ruang detensi imigrasi di Kantor Imigrasi Ambon pada 29 Desember 2021.
Ia sebelumnya meminta dipulangkan ke Myanmar, namun Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta tidak kunjung memberikan konfirmasi atas status kewarganegaraannya.
Surya mengatakan, Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta baru membalas surat dari pihak Imigrasi setelah Te bunuh diri, dan isinya juga tidak mengakui bahwa dia adalah warga negara Myanmar.
"Mereka ragu dengan tulisan yang diisi (Te) di formulir, sehingga belum bisa mengakui sebagai warga Myanmar," katanya.
Armand mengatakan jenazah Te sudah dimakamkan pada 30 Desember 2021 di TPU Muslim Mangga Dua, Ambon. Pemakaman turut disaksikan Divisi Imigrasi Kanwilkumham Maluku dan perwakilan dari TNI/Polri. Ia mengatakan, hasil otopsi terhadap jenazah juga sudah diketahui bahwa Te meninggal akibat bunuh diri.
"Daripada menunggu lama-lama, tidak mungkin kita biarkan jenazah membusuk begitu saja. Akhirnya saya putuskan dimakamkan secara Islam, karena almarhum kebetulan juga beragama Islam jadi harus dimakamkan 1x24 jam setelah kematiannya," kata Surya.
Te awalnya menyerahkan diri ke aparat polisi di Ambon pada akhir November 2021 dan meminta untuk dipulangkan ke Myanmar.
Baca Juga: Penghapusan Artikel Dokter yang Coba Bunuh Diri dengan Jarum Suntik di Denpasar
Dalam pemeriksaan di imigrasi, Te mengaku lahir di Natale, Myanmar, pada 7 Juli 1966, dan berada di Ambon sejak 2013 setelah kabur dari kapal ikan yang beroperasi di perairan Maluku karena mengaku kerap disiksa. Saat menyerahkan diri, Te tidak memegang dokumen kewarganegaraan sama sekali.
Te selama di Ambon tinggal sendiri di daerah Laha, bekerja membantu membersihkan masjid, dan berbaur dengan masyarakat sekitar sehingga cukup mahir berbahasa Indonesia. (Sumber: Antara)
Catatan Redaksi:
Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.
Berita Terkait
-
Penghapusan Artikel Dokter yang Coba Bunuh Diri dengan Jarum Suntik di Denpasar
-
Perempuan di Sleman Tewas Usai Nekat Bakar Diri
-
Cekcok sama Mertua, Pria di Pekanbaru Nekat Sayat Leher Sendiri
-
Pria tanpa Identitas Ditemukan Gantung Diri di Gunung Camang
-
Dokter di Denpasar Lukai Dirinya Sendiri Dengan Jarum Suntik Usai Cekcok Dengan Istri
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Fokus Kerja Dulu: Meski Didukung Relawan, Prabowo Kirim Pesan Mengejutkan Jelang Pemilu 2029
-
Jadwal Mudik Gratis Pemprov Jakarta, Perjalanan Balik ke Ibukota Juga Gratis
-
Detik-Detik Mengerikan! Tembok Pagar Raksasa Ambruk di SMPN 182 Kalibata, Kok Bisa?
-
BMKG: Cuaca Hari Ini Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Hampir di Semua Daerah
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik