Suara.com - Salah satu bentuk keberagaman yang ada di Indonesia adalah terdapatnya bermacam-macam tarian adat, misalnya tari seudati. Bagaimana asal usul tari tradisional dari Aceh ini?
Tari Seudati merupakan warisan budaya yang berasal dari Aceh yang perkembangannya bersinggungan secara langsung dengan agama Islam. Pada kesempatan ini kami akan mengulas tentang asal usul tari Seudati, mari simak!
Asal Usul Tari Seudati
Menyadur pada berbagai sumber, tari Seudati adalah tarian dari Aceh yang pertama kali dikenal di desa Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. Syeh Tam dan Syeh Ali Didoh merupakan sosok yang berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan daerah satu ini.
Tari Seudati dimainkan oleh 8 orang laki-laki sebagai penari utama. Mereka terdiri dari:
- satu orang pemimpin yang disebut syeikh
- satu orang pembantu syeikh
- dua orang pembantu di sebelah kiri (apeetwie)
- satu orang pembantu di belakang (apeet bak)
- tiga orang pembantu biasa
Selain itu, ada juga dua orang penyanyi yang bertugas menjadi pengiring tari. Mereka disebut aneuk syahi.
Tari tradisional ini tidak menggunakan alat musik. Musik tari Seudati diganti dengan bunyi dari beberapa gerakan, seperti tepukan tangan ke dada dan pinggul, hentakan kaki ke tanah dan petikan jari. Gerakan tersebut mengikuti irama dan tempo lagu yang dinyanyikan.
Bebarapa gerakan tari Seudati cukup dinamis dan lincah dengan penuh semangat. Namun, ada beberapa gerakan yang tampak kaku, tetapi sebenarnya memperlihatkan keperkasaan dan kegagahan si penarinya.
Selain itu, makna gerakan Tari Seudati seperti tepukan tangan ke dada dan perut mengesankan kesombongan sekaligus kesatria.
Baca Juga: Gelar Malam Budaya Indonesia di Argentina Tampilkan Musik dan Tarian Tradisional
Sisi unik yang terdapat pada Tari Seudati adalah tidak digunakannya instrumen pengiring, sebagai gantinya adanya sebuah syair menggunakan bahasa daerah yang diucapkan oleh aneuk syahi pada babak pertama pertunjukkan tari.
Syair tersebut berbunyi:
Assalamualaikum Lon tamong lam seung,
Lon jak bri saleum keu bang syekh teuku….
Fungsi aneuk syahi untuk mengiringi seluruh rangkaian tari. Salam pertama ini dibalas oleh Syeikh dengan langgam (nada) yang berbeda:
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan