- BPBD Lebak berlakukan status siaga banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi.
- Warga di sekitar bantaran Sungai Ciujung diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
- Warga mulai amankan perabotan rumah tangga antisipasi luapan air sungai.
Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, memberlakukan status siaga banjir seiring dengan tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
Warga, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Ciujung, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kami berharap masyarakat, khususnya yang berada di bantaran Sungai Ciujung, dapat meningkatkan kewaspadaan," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, di Lebak, Sabtu (3/1/2026).
Dilansir dari Antara, status siaga ini diberlakukan setelah pemantauan menunjukkan kenaikan signifikan pada tinggi muka air.
"Di jembatan dua Rangkasbitung, muka air Sungai Ciujung mencapai 500 sentimeter, dan debit air di Bendungan Pamarayan 510 meter kubik per detik," jelasnya.
Menurut Sukanta, Kabupaten Lebak yang memiliki ratusan aliran sungai memang menjadi daerah langganan banjir.
"Bila curah hujan tinggi dan berlangsung selama lima jam ke atas, dipastikan aliran sungai meluap," katanya.
Peringatan kewaspadaan ini, lanjutnya, bertujuan untuk mengurangi risiko kebencanaan bagi masyarakat.
Warga Mulai Amankan Perabotan
Baca Juga: BMKG: Hujan Akan Dominasi Akhir Pekan Perdana 2026, Waspada Petir di Sejumlah Wilayah
Menyikapi peringatan tersebut, warga di area rawan mulai mengambil langkah antisipasi.
Madropi (55), seorang warga Kelurahan Cijoro Lebak, Rangkasbitung, mengaku telah mengamankan peralatan rumah tangganya karena khawatir luapan Sungai Ciujung akan merendam rumahnya.
"Kami tinggal hanya beberapa meter dari aliran Sungai Ciujung, sehingga lebih baik mengamankan perabotan rumah tangga dan peralatan elektronik," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung