- Pada Minggu (4/1/2026), Korea Utara meluncurkan rudal balistik ke perairan Laut Timur, dikonfirmasi Seoul dan Tokyo.
- Aktivitas ini menyusul instruksi Kim Jong-un untuk menggandakan produksi senjata pemandu taktis strategis.
- Uji coba rudal diduga terkait dengan reaksi terhadap penangkapan Presiden Venezuela serta isu kapal selam nuklir Korsel.
Suara.com - Situasi keamanan global kembali bergejolak di awal tahun 2026. Militer Korea Utara dilaporkan baru saja meluncurkan rudal balistik ke arah perairan di lepas pantai timur mereka.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengonfirmasi kabar tersebut pada Minggu (4/1/2026). "Korea Utara telah meluncurkan rudal balistik yang belum teridentifikasi ke arah Laut Timur," tulis pernyataan resmi militer Seoul.
Senada dengan itu, Kementerian Pertahanan Jepang juga mendeteksi adanya aktivitas peluncuran yang diduga kuat merupakan uji coba rudal balistik.
Peluncuran rudal ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Media pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong-un, baru saja melakukan kunjungan kerja ke pabrik amunisi besar.
Dalam kunjungan tersebut, Kim secara tegas menginstruksikan agar produksi senjata pemandu taktis ditingkatkan hingga lebih dari dua kali lipat.
Selama beberapa pekan terakhir, Kim Jong-un memang terpantau sangat aktif mengunjungi berbagai fasilitas militer, mulai dari pabrik senjata hingga kapal selam bertenaga nuklir.
Rentetan inspeksi ini dilakukan sebagai persiapan menjelang Kongres Sembilan Partai Buruh yang akan datang, di mana kebijakan besar negara akan ditetapkan.
Menariknya, aktivitas militer Pyongyang ini meningkat pesat tepat setelah Amerika Serikat melakukan serangan militer di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.
Selain itu, pada akhir 2025 lalu, Korea Utara juga sempat bereaksi keras setelah Donald Trump memberikan lampu hijau bagi Korea Selatan untuk membangun kapal selam nuklir sendiri.
Baca Juga: Kenapa AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro? Ini Penjelasannya
Para analis meyakini bahwa intensitas uji coba rudal Korea Utara bertujuan untuk beberapa hal strategis:
Meningkatkan Presisi: Memperkuat akurasi serangan jarak jauh mereka untuk menantang pertahanan AS dan Korea Selatan.
Uji Coba Ekspor: Melakukan pengetesan senjata sebelum kemungkinan besar diekspor ke Rusia, mengingat Kim Jong-un baru saja memuji "aliansi tak terkalahkan" antara Korut dan Rusia dalam pesan tahun barunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM