Suara.com - Artis Naufal Samudra kembali ditangkap terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Penangkapan ini merupakan kali kedua yang dialami pacar Dinda Kirana tersebut dalam kasus narkoba.
Sebelumnya, pada April 2020 lalu, Naufal ditangkap Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Metro Jakarta Barat. Dia ditangkap di kediamannya di Jalan Margasatwa Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Dalam perkara ini, penyidik mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis cannabinoid sintetis atau marijuana sintetis dalam bentuk liquid vape.
Selanjutnya, pada Agustus 2020 Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) memvonis Naufal dengan pidana rehabilitasi selama 10 bulan.
"Naufal sudah di vonis tanggal 24 Agustus 2020. Pidananya rehabilitasi 10 bulan, dikurangi selama dia di tahan, tinggal jalanin sisanya," kata Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Eko Ariyanto saat dihubungi Jumat (18/9/2020).
"Jadi dia terbukti secara sah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana menyalahgunakan narkotika golongan satu bagi diri sendiri. Jadi pasal 127," imbuhnya.
Ditangkap Bersama Dinda
Berkaitan dengan kasus baru ini, Naufal ditangkap oleh jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Dia ditangkap saat bersama Dinda Kirana.
Kendati begitu, Wakil Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Doni Alexander memastikan pihaknya hanya mengamankan Naufal dari lokasi.
Baca Juga: Naufal Samudra Ditangkap Lagi, Sempat Direhab 10 Bulan
"Dinda ada di lokasi. Tapi Dinda tidak diamankan," kata Doni saat dikonfirmasi, Jumat (7/1/2022).
Kabar penangkapan terhadap Naufal, sebelumnya telah dibenarkan oleh Doni. Namun, hingga kekinian dia belum merinci detil penangkapan hingga bareng bukti narkoba yang turut diamankan terkait kasus ini.
"Ya Naufal Samudra diamankan," katanya.
Kekinian, kata Doni, Naufal masih diperiksa secara intensif oleh penyidik. Detail daripada kasus ini nantinya akan disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan.
"Masih diperiksa ya," pungkas Doni.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran