Suara.com - Seorang pria asal Richmond, Virginia tak menyangka akan berada di dalam taksi online selama 14 jam karena terjebak badai salju.
Menyadur NBC Washington Minggu (9/1/2022), Andrew Peters kembali dari San Francisco, California dan memutuskan untuk naik Uber sejauh 127 mil ke rumahnya.
"Kami menuju pintu keluar pertama dan kemudian, kami berhenti bergerak di sana. Ada mobil di belakang kami. Tidak ada tempat untuk pergi," kata Peters. "Rasanya seperti berada di tempat parkir yang aneh."
Dari awal hingga akhir, Peters menghabiskan 14 jam di Uber, dengan sebagian besar waktu ia habiskan di tumpukan es di I-95 setelah badai salju menghantam area DC.
"Orang-orang banyak berjalan-jalan, itu gila," kata Peters. "Saya seperti, saya tidak ingin pergi terlalu jauh di luar sana jika lalu lintas mulai bergerak lagi."
Begitu lalu lintas mulai bergerak pada Selasa, Peters dan sopirnya berhasil pulang dengan selamat.
Dia menambahkan tip USD 100 (Rp 1,4 juta) ke tarif USD 200 (Rp 2,8 juta) dan kemudian layanan rideshare membebankan biaya tambahan USD 400 (Rp 5,7 juta) dengan total tagihan USD 701,47 (Rp 10 juta).
Sebagai perbandingan, penerbangannya dari San Francisco ke bandara di Virginia, yang memakan waktu sekitar 4,5 jam dan menempuh jarak lebih dari 2.800 mil, menghabiskan biaya USD 300 (Rp 4,2 juta).
“Itu membuat saya kesal karena saya tidak tahu akan terjebak dalam kemacetan selama itu dan saya merasa itu tidak adil karena mereka memiliki petunjuk arah. Saya tidak tahu ke mana arah Uber," kata Peters.
Baca Juga: Viral Ribut Pria dengan Pengemudi Taksi Online, Warganet: Jewer Dia Pak Edy
Banknya menolak untuk membayar biayanya, dan untungnya, mimpi buruk itu tidak berlangsung lama.
“Kami telah mengembalikan uang Tuan Peters dan sangat menghargai kesabarannya,” Uber mengumumkan Rabu. “Kami senang dia dan sopirnya sampai di rumah dengan selamat.”
Sekarang, Peters mengatakan resolusi Tahun Barunya adalah lebih berhati-hati dalam memanggil mobil di salju.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?