Suara.com - Seorang perwira Angkatan Darat Inggris keturunan Asia diperkirakan menjadi perempuan kulit berwarna pertama yang menyelesaikan ekspedisi solo melintasi Antartika.
Preet Chandi melakukan perjalanan sejauh 700 mil (1126,54 Km) dalam 40 hari, walau menghadapi suhu -45 derajat Celcius, jarak pandang yang buruk, dan kelelahan di sepanjang jalan.
Perempuan asal Kota Derby, Inggris berusia 32 tahun itu mengaku menjalani tantangan itu karena ingin menginspirasi orang lain untuk "menembus batas".
Mengumumkan prestasinya di media sosial, dia menulis: "Rasanya sangat tidak nyata akhirnya sampai di sini"
Baca juga:
- 100 Perempuan tahun 2021 versi BBC: Siapa saja mereka?
- 'Pendekar silat sejati' dari Jepang: Penerus jurus silat Cimande
- Dari jepit rambut ke sebuah rumah dalam 28 barter: Petualangan luar biasa Demi Skipper untuk mendapatkan rumah
Kapten Chandi, seorang fisioterapis Angkatan Darat, yang menggunakan nama "Polar Preet" menghabiskan dua tahun perencanaan dan pelatihan untuk ekspedisi itu.
Beberapa pelatihannya termasuk menarik ban sepanjang jalan Kota Derby dan perjalanan 27 hari ke Greenland untuk membantu membiasakan diri dengan kondisi cuaca ekstrem.
Kapten Chandi melakukan perjalanan rata-rata setiap hari sejauh 17 mil (27,3 Km) dan menggunakan peralatan komunikasi khusus untuk mengirim audio dan foto ke keluarga selama misinya.
Setelah selesai, dia mengirim kembali pesan yang mengatakan: "Saya berhasil mencapai Kutub Selatan di mana salju turun.
Baca Juga: Ilmuwan Menemukan Misteri Kehidupan di Bawah Antartika
"Rasanya sangat emosional sekarang. Saya tidak tahu apa-apa tentang kutub tiga tahun lalu dan rasanya sangat tidak nyata untuk akhirnya berada di sini.
"Sulit sampai di sini dan saya ingin berterima kasih kepada semua orang atas dukungan mereka.
"Ekspedisi artinya bukan untuk diri saya sendiri.
"Saya ingin menginspirasi orang untuk menembus batas dan percaya pada diri mereka sendiri."
Kapten Chandi sebelumnya telah berbicara tentang bagaimana tantangannya "dianggap di luar norma bagi seorang perempuan Asia".."
"Itulah bagian dari alasan mengapa saya ingin melakukan hal ini - demi orang-orang yang dianggap tidak cocok dengan citra tertentu," katanya.
Ekspedisi itu diperkirakan memakan waktu antara 45 dan 48 hari.
Brigadir Jenderal Lizzie Faithfull-Davies, komandan Brigade Logistik ke-102, mengatakan: "Saya telah menyaksikan upaya Polar Preet di Antartika dengan rasa terpukau dan kagum karena saya telah melihatnya bertahan pada jarak dan kecepatan yang luar biasa setiap hari dalam ekspedisinya.
"Podcastnya yang menarik di situs webnya telah menghidupkan kondisi yang sulit dan daya tahannya yang ekstrem. Dia adalah perempuan yang benar-benar luar biasa.
"Saya benar-benar senang mendengar dia telah mencapai ambisinya untuk mencapai Kutub Selatan dan sangat bangga dia telah menunjukkan betapa kita semua dapat mencapainya jika kita menetapkan pikiran kita untuk itu," kata Faithfull-Davies.
Tag
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi