Suara.com - Seorang atasan curhat bahwa ia diejek oleh bawahannya karena pekerjaan ayah. Hal ini dinyatakan dalam sebuah cuitan di @worksfess.
Pada curhatannya, pengirim menyatakan bahwa ia memiliki ayah seorang penjahit. Dengan pekerjaan tersebut, ia malah diejek oleh seorang rekan kerja yang merupakan bawahannya sendiri.
"Gue diejek karena bapak gue tukang jahit sama teman kantor dan bisa dibilang dia bawahan gue," tulis akun tersebut di @worksfess.
"Jadi ya gue berusaha cuek aja dan karena kerjaan bapak, gue bisa sarjana dan kerja sekarang. Semangat teman-teman, dunia keras," imbuhnya.
Cuitan tersebut tentu mendapatkan berbagai respons dari warganet, kebanyakan dari mereka memberi tips untuk menimpali rekan kerja yang mengejek tersebut.
"Balikin aja, Nder. Tanyain bapak dia kerjaannya apa, kok kalah sama anak tukang jahit udah jadi atasan dia masih di bawah," komentar menohok warganet.
"Nder suruh bapak kamu jahit mulutnya plis," imbuhnya.
"Kamu atasan dia, panggil ke ruang kantormu, tanyakan apa benar? kenapa? terus pecat, apa dirotasi aja dia. Orang kalau enggak sopan sama aku, aku masi oke, tapi kalau sama orangtuaku ya aku ora terima," tambah warganet lain.
"Bilang aja, lha bapakmu juraganpun kamu tetap bawahanku," tulis warganet di kolom komentar.
Baca Juga: Penampakan Bekal Makanan Tumpah di Tas Bikin Publik Salfok, 'Inspirasi Kue Ultah 2022'
"Nder toxic kantormu , ignore aja as long kamu kerjain kewajiban kamu, orang bapakmu kerja halal," timpal lainnya.
Tips Hadapi Rekan Kerja Toxic
Situasi tempat kerja yang toxic akibat rekan memang bisa sangat mengganggu. Salah satu cara untuk tetap bertahan adalah mengontrol dirimu sendiri.
Berikut tiga tips mengatasi rekan kerja yang toxic, antara lain.
1. Jangan mudah tersulut emosi
Langkah yang tepat untuk menghadapi rekan yang toxic adalah jangan mudah tersulut emosi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional