Konstitusi Myanmar, yang dirancang Tamtadaw pada 2008 dan berlaku hingga kini, mencerminkan sistem patriarkat yang juga mengakar di tubuh militer.
Sebutlah pasal 352 yang meski melarang diskriminasi berdasarkan ras, keyakinan atau gender, namun menegaskan "pasal ini tidak menghalangi pemilihan laki-laki untuk menduduki posisi yang hanya cocok untuk kaum laki-laki.”
Partai Solidaritas dan Perkembangan (USDP) yang berafiliasi dengan milter misalnya mencatat 6 persen keterwakilan perempuan dalam daftar kandidat Pemilu 2015.
Tidak ubahnya Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi, yang mengajukan jumlah kandidat perempuan kurang dari 15 persen.
Peran baru perempuan
Tapi sejak kudeta militer setahun silam situasinya mulai berubah, kata Naw Hser Hser dari Liga Perempuan WLB.
Jejaring perempuan yang dia koordinasikan kini sudah berkembang pesat. Terutama perempuan dari kalangan minoritas etnis tercatat yang paling aktif menggalang perkumpulan.
Naw Hser memperkirakan, empat dari lima perempuan Myanmar menolak pemerintahan junta, meski sebagian besar tidak mengorganisir diri atau melakukan perlawanan terbuka.
Aung San Suu Kyi kini setidaknya tidak lagi menjadi satu-satunya perempuan di Pemerintahan Persatuan Nasional (NUG) yang dibentuk dari struktur pemerintahan lama.
Baca Juga: Atasi Krisis Kudeta, Indonesia Desak Militer Myanmar Tindaklanjuti Konsensus ASEAN
Saat ini Zin Mar Aung misalnya memimpin upaya diplomasi mengepung junta.
Dia dikenal aktif mengkampanyekan isu-isu perempuan dan dialog dengan kelompok etnis minoritas.
Pencapaian itu sudah sangat baik, ata Naw Hser Hser, "tapi kami belum mencapai garis finis. Kami ingin agar perempuan selalu dilibatkan dalam setiap pembuatan keputusan.”
Dia menyambut prinsip kesetaraan gender yang diadopsi ke dalam konstitusi baru Myanmar yang sedang dirancang oleh NUG dan Dewan Konsultasi Persatuan Nasional (NUCC).
Di dalamnya, kelompok pro-demokrasi dan etnis minoritas ingin membangun sebuah negara federal yang terbuka dan demokratis.
Namun begitu, perubahan paling dramatis terkait hak perempuan justru diamati Naw Hser di kampung dan desa. Sejak kudeta, perempuan dianggap lebih sederajat.
"Kalau dilihat dari percakapan di akar rumput, di pasar-pasar tradisional, masyarakat memahas betapa perempuan adalah bagian dari revolusi, dan bahwa mereka harus punya andil dalam menata masa depan Myanmar.”
Reporter DW, Annie Zaman, ikut terlibat dalam penulisan laporan ini. rzn/as
Berita Terkait
-
Mengenal Metode PDIR, Strategi Pembersihan Profesional agar Tetap Bersih dan Hemat Biaya
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M di, DPR Minta Semua Diperiksa!
-
Review A Toxic Love Story: Manipulasi Lebih Mematikan dari Kekerasan Fisik?
-
Gantikan Hotman, Mantan Jubir KPK Kini Pasang Badan Jadi Advokat Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
-
KPK Bongkar Alasan Tahan Febrie, Ada 'Surat Sakti' yang Dikirim Sejak Jumat Pagi
-
Berapa Lama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Mendekam di Rutan KPK?
-
Apa Kata KPK soal Klaim Kriminalisasi Febrie Adriansyah? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Tayang 2027, Drama Misteri-Kriminal 'Code' Rilis Jajaran Pemeran Utama
-
Karena Buru-buru Sudah Malam, Alasan Kejagung Tak Pakaikan Rompi Pink ke Febrie Adriansyah
-
Dua Kata Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masuk ke Rutan KPK Tanpa Pakai Rompi Pink
-
Budget 4 Jutaan? 5 HP Gaming Ini Bisa Push Rank Tanpa Lag