Suara.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengatakan pihaknya pasti akan menyelesaikan RKUHP. Namun sebelum beranjak ke sana, ada sejumlah hal yang menjadi fokus lebih dulu.
Yasonna menyebutkan ada pekerjaan yang harus diselesaikan berkaitan dengan revisi UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan yang sudah masuk prolegnas prioritas tahun 2022 di DPR.
Adapun revisi itu tidak terlepas sebagai upaya pemerintah dan DPR untuk memperbaiki UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
"Kami akan segera, tapikan arahannya kami harus menyelesaikan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 dan Cipta Kerja agar konsentrasi penuh di situ,
Setelah dua pekerjaan itu selesai, Yasonna memastikan bahwa pembahasan akan menuju kepada RKUHP sekaligus RUU Pemasyarakatan (PAS).
"Nanti pastilah KUHP dan PAS akan kami selesaikan," ujar Yasonna.
"Karena ini tetap di satu tempat di Komisi III, nanti overload supaya kita bisa segera," tandasnya.
Berita Terkait
-
Penyelesaian Ratifikasi Perjanjian Ekstradisi, Menkumham Yasonna Tegaskan Koruptor Tak Bisa Sembunyi Lagi di Singapura
-
Kecanduan Judi Online, M Reza Nekat Bobol Toko Sembako Buat Pasang Taruhan
-
Viral Aksi Main Hakim Sendiri: Ini Pengertian, Penyebab Terjadinya hingga Pasal dan Sanksi bagi Pelaku
-
Menteri Yasonna Laoly: Perbatasan Darat, Laut, dan Udara Satu Integral Utuh
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka