Suara.com - Kejujuran masyarakat negara Jepang perlu diakui jempol. Hal ini tercermin dari perilaku masyarakat Jepang yang mengembalikan barang hilang.
Stasiun Jepang menyediakan ruang khusus untuk menyimpan barang-barang yang mereka temui di sana.
Video TikTok unggahan dari @tantibali memperlihatkan ruangan khusus barang hilang tadi yang berada di stasiun bawah tanah Tokyo.
Tampak ruangan khusus tersebut dipenuhi berbagai macam barang penumpang kereta yang hilang di stasiun.
Ruangan ini mendapatkan lebih dari 2000 barang hilang dalam sehari yang berasal dari 179 stasiun.
Petugas ruangan ini nantinya mengelompokkan barang temuan. Pertama, mereka akan mengurutkan waktu dan tempat barang itu ditemukan.
Kedua, mereka akan mencatat warna, bentuk atau ukuran barang temuan. Jika ditemukan barang yang mudah pecah maka akan dibungkus.
Setiap Barang yang Ditemukan Dirawat
Petugas akan mencuci barang seperti kotak makan untuk mencegah timbulnya bau.
Baca Juga: Kocak! Pasangan Kekasih Ini Rela Tak Saling Kenal Demi Beli Minyak Goreng di Supermarket
Apapun barang yang ditemukan akan dirawat dengan baik mungkin saja barang itu berharga bagi pemiliknya.
"Tidak peduli barang apapun itu, mungkin itu adalah barang berharga bagi pemiliknya. Jadi kami memperlakukan barang-barang tersebut dengan hati-hati," terang seorang petugas ruangan barang hilang seperti dikutip oleh Suara.com, Rabu (02/02/2022).
Dalam rekaman video terlihat ada pemilik yang mengambil barang mereka di ruangan itu. Seorang wanita mengambil payungnya yang hilang.
Ada juga seorang pria berhasil menemukan kuncinya yang hilang. Pemilik tampak senang barang yang hilang kembali lagi kepadanya.
Mereka pun mengucapkan terima kasih pada petugas ruangan barang hilang. Dedikasi petugas ruangan barang hilang ini disebut dengan omotenashi.
Arti dari omotenashi adalah tata cara orang Jepang melayani tamu dengan sepenuh hati. Omotenashi juga dimaknai sebagai semangat Tokyo.
Tag
Berita Terkait
-
Berkendara Sambil Telepon, Pemotor Hampir Menabrak Mobil, Cara Menghindarnya Gokil: Kasihan tapi Ngakak
-
Viral Pedagang Bakso Diduga Akting Jatuh Terekam CCTV, Aksinya Sukses Bikin Warganet Heran
-
Film Jepang Taiyou no Uta: Kisah Cinta Remaja Berbalut Penyakit Langka
-
Kerja Sambil Gendong Anak, Driver Pengantar Makanan Ini Jadi Sorotan
-
Kocak! Pasangan Kekasih Ini Rela Tak Saling Kenal Demi Beli Minyak Goreng di Supermarket
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai
-
Legislator PDIP Minta Desak Tinjau Kembali Rencana Pajak Sembako
-
Transaksi UMKM Tembus 13 Juta di E-Commerce, Pemulihan Ekonomi Pascabencana Kian Menguat