Suara.com - Momen yang memperlihatkan seorang kakek dan nenek menunggu dan menyaksikan cucunya bermain capit boneka telah menjadi viral di media sosial.
Momen manis itu menjadi viral dan masuk konten FYP TikTok usai diunggah oleh akun @/suliz_betet, Senin (31/1/2022).
Dalam video, terlihat seorang bocah perempuan sedang berdiri di depan mesin mainan capit boneka yang ada di dalam sebuah toko.
Bocah itu terlihat serius memandangi mesin capit boneka. Ia sesekali melihat ke arah perekam video ini untuk mendengar panduannya mengoperasikan mesin itu.
Dalam keterangannya, akun itu menyatakan bahwa kakek dan nenek itu menunggu sang cucu main capit boneka supaya sang cucu bahagia.
Kakek nenek ini rela berbalik arah meski jalannya sudah jauh demi sang cucu bisa main mesin capit boneka.
"Nenek sama kakeknya nungguin cucunya japit biar cucunya bahagia. Katanya udah kelewat jauh nangis minta balik lagi. Japit dapat 3 boneka," tulisnya sebagai keterangan unggahan seperti dikutip Suara.com, Kamis (3/2/2022).
Bocah itu kemudian mulai menggerakkan tuas yang ada di mesin capit. Ia mengarahkannya ke di atas boneka yang ia mau.
Neneknya terlihat setia melihat sang cucu bermain. Bahkan, sang nenek terlihat tersenyum bahagia bisa melihat cucunya bermain.
Sementara itu, sang kakek juga turut menyaksikan cucunya bermain capit boneka. Sang kakek setia menunggu dan melihatnya di sebelah pintu toko.
Menurut informasi dari pengunggah video, cucu dari kakek nenek ini berhasil mendapatkan tiga boneka dari mainan capit boneka.
Melihat unggahan itu, warganet lantas menuliskan beragam tanggapan. Banyak warganet yang bernostalgia usai melihat momen manis itu.
"Jadi kangen nenek yang selalu buat aku bahagia, tapi sekarang dia udah ada di surga," tulis salah seorang warganet.
"Jadi nangis keinget alm. kakek nenek, dulu tiap nenek ke pasar sambil nunggu di rumah disuruh cabutin ubannya kakek, kalo nenek udah pulang makan pecel bareng," ujar warganet.
"Sama kayak aku. Aku dirawat nenek dan kakekku dari bayi," tulis warganet.
Berita Terkait
-
Dibalik Viral Jembatan Klaten, Kehidupan Warga Sekitar Bikin Salfok: Ibu yang Bawa Motor Keren Woy
-
Viral Bocah Pamer Cilok di Story Whatsapp, Fotonya Sukses Bikin Warganet Naik Darah
-
Viral Ceramah Oki Setiana Dewi Dianggap Tutupi KDRT: Nggak Perlu Cerita Menjelek-jelekkan Pasangan Kita Sendiri
-
Viral! Pedagang Bakso di Salatiga Pura-pura Ambruk, Warganet Singgung Azab
-
Tega Banget, Mempelai Wanita Ini Sengaja Cuma Pakai Kaus dan Sandal di Pernikahannya Gara-gara Kurang Mahar
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
-
Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi
-
Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi
-
Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'
-
Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian
-
Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?
-
Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat