Suara.com - Berdasarkan hasil survei Populi Center, lebih dari 70 persen responden mengaku puas dengan kemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria.
Melansir Hops.id -- jaringan Suara.com, Survei kepuasaan terhadap kepemimpinan Anies Baswedan tersebut dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 600 responden di 60 kelurahan dari tanggal 26 Januari hingga 1 Februari 2022.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring pun ikut menanggapi hasil survei terhadap kepemimpinan Anies Baswedan itu.
Dari cuitan di akun Twitter pribadinya, Tifatul Sembiring menyundir 'tetangga sebelah' yang menyebut kebahagiaan warga di DKI Jakarta menurun.
"Tapi kata tetangga sebelah yang tak kunjung move on, kebahagiaan di DKI Jakarta, menurun. Makanya kalah itu ikhlasin aja," dikutip Hops.ID dari akun Twitter @tifsembiring, Kamis 10 Februari 2022.
Cuitan pria asal Sumatera Utara ini pun mendapat berbagai tanggapan dari para warganet.
"Ga usah didengerin tetangga sakit mah," komen akun @KavindraOe***.
"Sebaiknya pak Anies 1 periode lagi pimpin Jakarta, next baru RI 1," tulis akun @baimtan***.
Namun ada juga cuitan warganet yang kontra dengan hasil survei untuk Anies Baswedan tersebut.
"Survei 600 orang di 60 kelurahan. 10 per kelurahan nanya sama anak buahnya haha," komen akun @yogi_Ha***.
"Namanya juga survei pasti diambil sampel bro," komen akun @Legalbi***.
Sebagai informasi, dari hasil survei yang sama, sebanyak 73,3 persen responden mengaku puas terhadap kinerja kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya Ahmad Riza Patria.
Sementara itu, sebanyak 14,5 persen responden tidak puas, dan 11,2 persen responden menilai kinerja Anies-Patria biasa saja.
Menurut peneliti dari Populi Center, Rafif Pamenang Imawan, tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria relatif tinggi.
Rata-rata tingkat kepuasan ada di angka 7,61 dari skala 1-10 dan akumulasi skor 6-10 sebesar 86 persen.
Berita Terkait
-
Anies Baswedan Disebut Calon Terkuat Menang Pilpres 2024, Pengamat Wanti-wanti Begini
-
Survei IPRC: 83,4 Persen Warga Jawa Barat Puas Terhadap Kinerja Ridwan Kamil
-
Cara Membuat Formulir Online dengan Google Form
-
Denny Sumargo Digugat Mantan Manajer, Kader PSI Tersangka Kecelakaan Tunggal di Senen
-
Pengamat Ini Sebut Ahmad Riza Patria Punya Kans Kuat Jadi Suksesor Anies Baswedan Pimpin DKI Jakarta, Ini Alasannya
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan