Suara.com - Tingkat kemacetan di Jakarta disebut telah mengalami penurunan. Bahkan, ibu kota saat ini menduduki peringkat 46 dari total 404 kota termacet di dunia.
Predikat ini diberikan oleh perusahaan perangkat GPS, Tomtom yang baru saja merilis hasil survei kemacetan sejumlah kota di dunia per tahun 2021.
Data dari Tomtom traffic index, Jakarta disebut mengalami perbaikan kemacetan dari tahun sebelumnya, 2020.
Dilihat dari laman resminya, pemaparan data Tomtom Traffic Index menyebutkan saat ini Jakarta berada pada peringkat 46 dari total 404 kota pada tahun 2021. Pada tahun 2020, Jakarta berada pada peringkat 31 sebagai kota termacet di dunia.
Di tahun 2021, kemacetan Jakarta berkurang karena data Tomtom menunjukkan waktu perjalanan rata-rata berkurang 2 menit per hari. Lalu, tingkat kemacetan di Jakarta pada tahun 2021 sebesar 34 persen.
Dengan demikian, rata-rata waktu perjalanan 34 persen lebih lama dibandingkan dengan kondisi awal tanpa kemacetan. Angka tingkat kemacetan Jakarta ini berkurang 2 persen dari tahun 2020 dan menurun 19 persen dari tahun 2019.
Dari survei yang sama, Jakarta pernah masuk dalam 10 besar kota termacet sedunia. DKI menempati peringkat 4 kota termacet pada tahun 2017, lalu peringkat 4 pada tahun 2018.
Untuk tahun ini, peringkat pertama kota termacet sedunia adalah Istanbul, Turki dengan tingkat kemacetan sebesar 62 persen. Lalu, disusul Moscow, Rusia dengan tingkat kemacetan 61 persen dan peringkat ketiga ada Kyiv, Ukraina dengan angka 56 persen.
Baca Juga: Jakarta PPKM Level 1, Ibu Kota Kembali Dilanda Macet Seperti Sebelum Pandemi
Berita Terkait
-
Soal Pemindahan Ibu Kota Negara, Anies Baswedan: Tidak Akan Ada Efeknya pada Kemacetan di Jakarta
-
Jakarta PPKM Level 1, Ibu Kota Kembali Dilanda Macet Seperti Sebelum Pandemi
-
Dua Anggota DPRD Kota Bandung Dieksekusi KPK ke Lapas Sukamiskin
-
Mantap! Kebijakan Anies Bikin Jakarta Keluar Top 10 Kota Termacet di Dunia
-
Jakarta Keluar dari Top 10 Kota Termacet di Dunia, Ini Salah Satu Faktornya
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Cuaca Ekstrem Terjang Jaktim Kemarin, Belasan Pohon Tumbang Timpa Ruko dan Kendaraan Warga
-
Wapres AS Kena Troll Kedubes Iran: Gagal Pimpin Negosiasi dan Disorot Usai Orban Kalah Pemilu
-
Warga Iran Lega Gencatan Senjata, Tapi PHK Sudah di Mana-mana dan Hidup 'Ngap-ngapan'
-
Unggah Foto Bak Yesus, Trump Serang Paus Leo XIV: Dasar Pemimpin Lemah!
-
Bahlil Ikut Prabowo ke Rusia, Misi Amankan Pasokan Minyak RI di Tengah Gejolak Global
-
Tegas! PM Kanada Putus Ketergantungan kepada AS, Mark Carney: Kami Akan Berdikari
-
Donald Trump Perintahkan CENTCOM Cegat Semua Kapal di Selat Hormuz: Hancurkan Iran!
-
Amphuri Kritik Wacana War Tiket Haji: Jangan Abaikan Jemaah yang Antre Puluhan Tahun
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup