Suara.com - Pangeran Charles dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes dan kini menjalani isolasi mandiri, ungkap pernyataan dari kediaman pribadinya di Clarence House lewat Twitter.
Putra Mahkota Kerajaan Inggris mendapat hasil tes positif pada Kamis (10/02) pagi waktu setempat dan ini membuatnya harus menunda kunjungan ke Kota Winchester, lanjut pernyataan itu.
Pangeran Charles juga disebut "sangat kecewa tidak bisa hadir...dan akan menjadwal ulang kunjungannya sesegera mungkin."
Pada hari Rabu malam (09/02), dia dan istrinya, Camilla yang bergelar Duchess of Cornwall, bertemu sejumlah orang di sebuah resepsi di British Museum London.
Beberapa tamu penting hadir di acara lembaga British Asian Trust (BAT) itu, termasuk Menteri Keuangan Rishi Sunak, Menteri Dalam Negeri Priti Patel dan mantan pesepakbola Liverpool Ian Rush.
Dalam beberapa foto yang beredar, tampak Pangeran Charles dan para tamu lainnya berbincang-bincang dan berfoto bersama dengan tidak memakai masker.
Clarence House mengonfirmasi bahwa Pangeran Charles telah divaksinasi tiga kali, tetapi tidak merinci apakah dia mengalami gejala virus corona.
Juga belum dikonfirmasi apakah Charles bertemu dengan Ratu baru-baru ini. Tetapi dikatakan Camilla telah dites negatif dalam tes rutin pada hari Kamis.
Camiila tetap mengikuti acara yang telah diagendakan, termasuk mengunjungi Paddington Haven, pusat rujukan kekerasan seksual di London Barat.
Baca Juga: Jika Pangeran Charles Dilantik Jadi Raja, Ratu Elizabeth Ingin Camilla Diangkat Jadi Queen Consort
Ini kali kedua putra sulung Ratu Elizabeth II yang kini berusia 73 tahun itu terkena virus corona.
Baca juga:
- Laporan rangkaian pesta di kantor PM Inggris saat lockdown Covid soroti 'kegagalan kepemimpinan'
- Tak beri contoh yang baik di tengah pandemi Covid, PM Finlandia dan Inggris minta maaf
- Kasus Covid-19 di Inggris capai rekor tertinggi 183.037 per hari, WHO sebut 'tsunami kasus Covid' bebani sistem kesehatan dunia
Bagaimana kondisi Pangeran Charles saat kali pertama idap Covid-19?
Pertama kali Pangeran Charles mengidapnya pada Maret 2020. Saat itu dia menunjukkan gejala ringan.
Clarence House, kediaman resmi Pangeran Charles di London, mengatakan bahwa sesuai dengan anjuran pemerintan dan anjuran kesehatan, Pangeran Charles dan istrinya kala itu langsung melakukan isolasi mandiri di salah satu kediaman kerajaan di Skotlandia".
Tes terhadap Pangeran Charles dilakukan oleh staf badan kesehatan Inggris, NHS.
Dikatakan pula tidak dimungkinkan untuk diketahui dari mana Pangeran Charles mendapatkan virus corona karena kegiatan yang ia hadiri banyak dalam beberapa pekan terakhir.
Hadiri banyak acara
Kegiatan sosial terakhir yang dihadiri Pangeran Charles sebelum pertama kali terkena Covid-19 terjadi pada 12 Maret, hari yang sama ketika ia bertemu Ratu Elizabeth II.
Namun, sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir ia bekerja di rumah dan hadir di sejumlah pertemuan pribadi.
Staf Pangeran Charles di Balmoral dilaporkan telah pula melakukan isolasi mandiri.
Sumber istana pada Maret 2020 mengatakan Pangeran Charles sudah berbicara kepaada Ratu dan juga kepada anaknya.
Wartawan BBC untuk kerajaan Inggris, Nicholas Witchell, mengatakan dalam kaitan perkembangan ini, yang terpenting adalah kondisi ratu Inggris baik-baik saja.
Ia mengatakan ketika usia ratu dan suaminya sudah menginjak 93 dan 98 tahun, tentu sudah dilakukan langkah-langkah preventif, untuk memastikan kesehatan mereka tidak memburuk.
Saat ini jumlah kematian akibat virus corona di Inggris Raya adalah 427, dengan lebih dari 8.000 kasus yang telah dipastikan.
Beberapa perkembangan lain ketika Pangeran Charles pertama kali mengidap Covid:
- Sekitar 250.000 orang di Inggris Raya mendaftar jadi relawan penanganan virus corona ke NHS
- Pemilik kendaraan di Inggris akan dibebaskan dari uji kelayakan kendaraan rutin tiap bulan
- Tiga pusat tahanan imigrasi di Inggris menampung orang-orang dengan gejala virus corona
- Warga India mulai melakukan belanja-panik seiring "penutupan wilayah total" untuk negeri dengan populasi sebanyak 1,3 milyar orang
- Parlemen Amerika Serikat setuju dengan paket stimulus ekonomi sebesar US$2 trilyun
- Kasus global virus corona sudah melewati angka 400.000 dengan kematian mendekati angka 20.000
Berita Terkait
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Masjid Al Ikhlas PIK dan Al-Khairiyah Siap Gelar Salat Iduladha 1447 H, Catat Jadwalnya
-
HIS PIK2 Tekankan Peran Orang Tua dan Guru Bentuk Karakter Anak Sejak Dini
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Rocky Gerung Sebut Eksaminasi Putusan Kerry Riza Uji Cara Berpikir Penegak Hukum
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja