Jadi, meskipun mereka masih melakukan jam kerja harian yang sama seperti di abad ke-19, mereka bekerja sekitar sepertiga hari lebih sedikit dalam setahun.
Semua kemajuan ini terhenti dengan era reformasi ekonomi mikro (sering disebut neoliberalisme) yang dimulai pada 1980-an.
Tidak ada pengurangan jam kerja standar yangsignifikan sejak saat itu.
Jumlah jam kerja sebenarnya telah surut dan mengalir sesuai dengan keadaan pasar tenaga kerja, tetapi tanpa tren yang jelas.
Pengusaha secara konsisten menyukai jam kerja yang lebih lama untuk tenaga kerja penuh waktu, sementara pekerja dan serikat pekerja telah mendorong keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik.
Hitungan untung-ruginya
Sejumlah pekerja sudah bekerja selama sembilan hari dalam dua minggu. (Tidak ada angka pasti berapa jumlahnya, tapi data Biro Statistik Australia menunjukkan jumlahnya kurang dari 10 persen dari angkatan kerja.)
Banyak bukti yang menunjukkan bahwa pengurangan jam kerja, jika diterapkan dengan benar, dapat diimbangi dengan peningkatan output per jam.
Uji coba skala besar di Islandia yang mengurangi jam kerja mingguan dari 40 menjadi 36 jam, misalnya, tidak menemukan penurunan produktivitas.
Namun, terlepas dari beberapa klaim optimis, tidak ada bukti juga untuk menunjukkan tidak akan terjadi pengurangan output dalam semua keadaan.
Baca Juga: Disentil Australia Agar Tak Diam Saja Terkait Ukraina, China Balas dengan Komentar Pedas
Dugaan yang masuk akal adalah bahwa pengurangan jam kerja sebesar 10 persen dapat mengakibatkan pengurangan 5 persen dalam output.
Jika biaya ini dibagi rata antara pemberi kerja dan pekerja, pekerja harus mengorbankan kenaikan upah sebesar 2,5 persen. Ini akan tercapai antara dua dan lima tahun pertumbuhan upah riil berdasarkan preseden yang terjadi di Australia.
Biaya untuk majikan akan mengurangi keuntungan mereka. Namun selama 20 hingga 30 tahun terakhir, bagian pendapatan nasional yang diberikan kepada pemilik modal sebagai keuntungan (bukan untuk tenaga kerja sebagai upah dan gaji) telah meningkat pesat. Biaya ini hanya sebagian kecil dari keuntungan tersebut.
Menjalani transisi
Bagi kebanyakan orang Australia yang bekerja penuh waktu lebih dari tujuh jam sehari, Senin sampai Jumat beralih ke sistem empat hari kerja seminggu dapat terjadi dalam dua tahap.
Tahap pertama akan digeser ke sistem kerja sembilan hari dalam dua minggu tanpa perubahan total jam kerja mingguan. Jadi rata-rata jam kerja akan meningkat 50 menit dalam sehari (dari tujuh jam 36 menit menjadi delapan jam 26 menit).
"
Tahap kedua adalah beralih ke sistem empat hari kerja dalam seminggu dengan jam kerja delapan jam sehari (32 jam kerja seminggu).
Berita Terkait
-
Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen
-
Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah
-
Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram
-
Haier Buka Toko Pertama di Indonesia, Hadirkan Kulkas, Mesin Cuci, hingga AC Canggih
-
Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir
-
Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata
-
China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya
-
Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland
-
Cerita di Balik Penggusuran 36 Bangunan Rumah di Cibubur
-
Guru dari Aceh hingga Papua Pasang Badan untuk Nadiem, Bongkar Fakta Chromebook
-
Thailand Siapkan Mega Proyek Rp4000 Triliun, Bikin Jembatan Darat Saingi Selat Malaka
-
Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045
-
Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza
-
Tanggapi Usul KPK Soal Capres Harus Kaderisasi Partai, Ganjar: Tidak Mudah Diterapkan