Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir memberikan tanggapannya soal dirinya yang diminta untuk maju jadi capres 2024.
Dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Erick Thohir mengaku belum terpikir untuk maju di Pilpres 2024.
Ia mengaku mengingat pesan almarhum sang ayah untuk bekerja dengan ikhlas dan tidak berambisi buta.
"Selalu saya bilang, sama seperti almarhum bapak saya, yang namanya garis tangan, tidak ada yang tahu. Jangan juga karena kita kebetulan dipercaya, kebetulan Allah juga memberikan sukses kepada keluarga kami, tapi gara-gara itu, kita ambisi buta," kata Erick Thohir, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Rabu (16/2/2022).
Lebih lanjut, Erick mengaku dirinya memilih fokus bekerja.
Ia mengatakan, bahwa semua hal telah digariskan oleh Tuhan.
"Lebih baik, saya focus bekerja, nanti rahasia Allah, garis tangan kita tidak ada yang tahu kemana. Doakan saya dengan segala ketulusan hati saya, bisa bekerja dengan ikhlas," ungkapnya.
Erick kemudian memberikan contoh keikhlasan Gus Hamaidi yang menerbangkan miniature pesawat Garuda yang viral di media sosial.
Saat diundang ke Jakarta, Gus Hamaidi mengaku kepada Erick, dia belajar otodidak dari internet mengenai pesawat.
Mendengar hal itu, Erick mengajak Gus Hamaidi untuk menaiki pesawat Garuda untuk pertama kali dan melihat isi kokpitnya.
"Nah hal-hal seperti itu saya yakin, dia tidak bermimpi datang ke Jakarta, dia juga tidak bermimpi naik pesawat Garuda. Hanya menghasilkan kebanggaan sebagai anak bangsa dia menerbangkan Garuda (miniature). Itu yang saya impikan, doakan saya bisa bekerja baik dengan ikhlas. Jangan tutupi hati saya dengan ambisi-ambisi buta yang mana saat jadi pemimpin merusak rakyat," katanya.
Sementara itu, sejumlah relawan tetap berharap agar Erick Thohir tetap maju di Pilpres 2024.
Namun hal tersebut justru ditanggapi Erick dengan candaan.
"Kalau pertanyaannya 2024, berarti Pak Rohman doain saya cepat tua karena ini baru 2022," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Tuai Dukungan untuk Nyapres, Erick Thohir: Nanti Rahasia Allah, Garis Tangan Kita Tidak Ada yang Tahu ke Mana
-
Jelaskan Langkah Pertama yang Diambil jika Jadi Presiden, Anies Baswedan Bicara soal Krisis
-
Viral Santri Bikin Miniatur Pesawat Garuda Diapresiasi Erick Thohir, Tretan Muslim: Elon Musk Madura...
-
Menteri Erick Thohir Berduka atas Kepergian Dorce Gamalama: Indonesia Telah Kehilangan Sosok Bunda
-
Dorce Gamalama Meninggal, Erick Thohir: Indonesia Kehilangan Sosok Bunda yang Disayangi
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian