Lintang sendiri mengakui kaget saat melihat penampakan jemuran di pondok pesantren sang adik. Ia pun menduga banyaknya jemuran sebagai penyebab hilangnya baju adik.
"Saya juga kaget lihat jemurannya banyak banget. Mungkin karena itu pada hilang baju-baju santrinya," ungkapnya.
Selain itu, ia juga mendapatkan info dari kakak kelas adiknya. Baju yang hilang kebanyakan tidak dicuri oleh orang lain, melainkan jatuh dari jemuran.
Baju-baju yang jatuh dan kotor itu biasanya diamankan oleh santri atau pengurus ponpes yang melihat. Baju itu selanjutnya dikumpulkan di suatu tempat agar santri bisa mengambilnya lagi.
"Sedikit info dari kakak kelas adek saya yang juga mondok di sana, katanya kebanyakan baju yang hilang bukan diambil orang lain, tapi karena jatuh dari jemuran terus kotor," terang Lintang.
"Nah yang nemuin pas bukan pemilik, jadi diopeni (diamankan)? Sama yang nemu atau pengurus (ponpes)," sambungnya.
Setelah diamankan, baju-baju itu rupanya juga tidak dicari oleh pemiliknya. Alhasil, pakaian yang lama tidak diambil dan menumpuk kerap dilelang di pondok pesantren.
"Sebenernya bisa aja baju-baju itu diambil lagi, cuma kebanyakan pada gak diambil lagi. Katanya juga kalau yang udah lama gak diambil-ambil suka dilelangin, dipakai buat yang sudah alumni di sana," pungkasnya.
Komentar Warganet
Baca Juga: Detik-detik Pagar Rumah Mewah Ambruk, Warganet: Bahaya Banget Pagarnya
Warganet yang menyaksikan video itu turut memberikan beragam pendapat. Mereka menuliskan saran sampai menceritakan pengalaman serupa selama berada di pondok pesantren.
Berikut beragam komentar warganet:
"Kalau ke pondok jangan bawa baju mahal, terus juga anaknya harus rajin. Karena biasanya baju anak hilang karena nggak open sama barang-barang sendiri," komentar warganet.
"Intinya kalau mondok jangan mager, harus merhatiin barang-barang lu, jangan lalai. Itu aja sumpah barang gue banyak yang hilang di pondok," curhat warganet dengan emoji menangis.
"Masih mending baju sandal, lah kalau keponakan aku kasur hilang, mukena sama sajadahnya sampai kacamata juga. Parah kan," cerita warganet.
"Saya juga santri, sebenernya bukan hilang, tapi jemuran jatuh gak mau ambil dan kegeser temennya sampai ke tempat lain. Caranya cuma satu: diopeni, jangan malas," pesan warganet.
Video ini bisa disaksikan di sini.
Video yang mungkin Anda lewatkan:
Tag
Berita Terkait
-
Detik-detik Pagar Rumah Mewah Ambruk, Warganet: Bahaya Banget Pagarnya
-
Cowok Tempel Benda Ini di Jok Motor, Warganet Geger: Tetap Tenang di Era Gempuran Ayang
-
Pondok Pesantren Miftahul Khoirot Hentikan Sementara Kegiatan Usai Insiden Kebakaran yang Tewaskan 8 Santri
-
Viral Seorang Pria Ngamuk Ogah Ditegur Salah Kiblat saat Salat, Warganet: Si Paling Benar
-
Sedang Tren, Ini Tips Pilih Piyama yang Nyaman Untuk Tidur dan Bepergian
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat
-
Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat
-
Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time