Suara.com - Berpisah dengan orang terdekat badalah hal yang menyedihkan. Apalagi jika harus berpisah dengan orangtua kandung seperti ayah.
Suatu saat seorang anak yang terpisah dengan ayahnya pasti akan merindukan beliau. Anak pasti ingin bertemu dengan ayahnya yang lama tidak dia jumpai.
Sama seperti yang dirasakan oleh seorang anak perempuan di Malaysia ini. Dia merindukan sang ayah yang lama berpisah sampai tidak tahu kabarnya.
Melalui akun Twitter pribadinya @cintadatsme, perempuan itu mencari ayahnya yang telah lama hilang.
"Apakah ada yang mengenal paman ini? Mungkin dia terlihat lebih tua sekarang, saya mencoba peruntungan untuk mencarinya karena dia adalah ayah saya," cuitnya menyertakan foto sang ayah dan dia semasa kecil.
Melansir dari WORLD OF BUZZ, perempuan tersebut memberi tahu bahwa orangtuanya berpisah ketika dia masih kecil.
Dia mulai mencari ayahnya sejak berusia 18 tahun. Perempuan ini sekarang telah berusia 24 tahun.
Melalui cuitannya mencari sang ayah, ada seorang warganet bernama Azmi mengatakan jika tidak asing dengan foto tersebut.
Azmi kemudian mengirimkan pesan ke perempuan yang mencari ayahnya tadi untuk memastikan. Ia mengecek ulang orang yang dikenalnya.
Baca Juga: Heboh, Harta Warisan Dorce Gamalama Disebut Jadi Rebutan Keluarga dan Anak Angkat
Akhirnya bisa menemukan sang ayah
Ternyata benar itu adalah ayah yang dicari oleh putrinya di Twitter. Ayah dari perempuan tersebut kini tinggal di pedesaan Sabah tetapi tidak memiliki ponsel.
Perempuan ini mendapatkan nomor telepon kakak dari Azmi untuk melakukan video call dengan sang ayah.
Ketika video call berlangsung, dia menangis sewaktu dikenalkan dengan ayah dan neneknya. Keluarga itu pun tak kuasa menahan haru hingga berlinang air mata.
Usai berhasil menemukan ayahnya, perempuan tersebut berharap bisa pergi ke Sabah agar dapat bertemu langsung.
"Sudah bertemu papaku. Huhu nenek menangis. Terima kasih rakyat Twitter. Misi selanjutnya mengumpulkan uang untuk beli tiket penerbangan ke Sabah," ucap perempuan ini diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia.
Berita Terkait
-
10 Potret Steno Ricardo Momong Anak Sebelum Cerai, Kini Nikahi Babysitter-nya
-
Potret Bus Tingkat di Jalanan Ibu Kota Jakarta Bikin Nostalgia, Punya Kenangan?
-
Tak Boleh Diabaikan, Begini Penanganan Gangguan Irama Jantung atau Aritmia pada Anak
-
12 Gejala Long Covid pada Anak dan Cara Mengatasinya yang Wajib Diperhatikan Orang Tua, Jangan Anggap Remeh!
-
Status Pendidikan Wirda Mansur Viral dan Jadi Perdebatan di Medsos, Kok Beda-beda?
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
Terkini
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
-
Tawuran di Manggarai Berhasil Dibubarkan, Lalu Lintas dan Layanan Transjakarta Kembali Normal
-
BMKG Kalteng Ingatkan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
-
KPK: Wacana Pilkada Dipilih DPRD Harus Disertai Regulasi Jelas dan Pengawasan Ketat
-
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Priok, Satu Anak Kritis
-
Antrean Panjang Berburu Tiket Planetarium Jakarta, Jakpro Janji Benahi Layanan
-
Menko Yusril Sebut KUHP dan KUHAP Baru Sebagai Penanda Berakhirnya Hukum Pidana Kolonial
-
BNI Dukung Danantara Hadirkan Hunian Layak bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang
-
Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas