- LPSK telah berkoordinasi dengan Amnesty International mengenai teror yang dialami figur publik pengkritik penanganan bencana Sumatera.
- Wakil Ketua LPSK menyatakan kesiapan lembaga untuk bertindak proaktif apabila diperlukan dalam menindaklanjuti situasi tersebut.
- Hingga kini LPSK belum berkomunikasi langsung dengan korban teror seperti Iqbal Damanik karena masih melalui Amnesty International.
Suara.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengaku telah berkoordinasi dengan Amnesty International terkait serangkaian teror yang diterima para figur publik usai mengkritik penanganan bencana di Sumatera.
Wakil Ketua LPSK Susilaningtias mengatakan, pihaknya juga akan bersikap proaktif jika dibutuhkan dalam hal-hal tertentu.
“Kami sudah berhubungan juga dengan Amnesty International ya, karena mereka yang mengoordinir itu, dan ada beberapa hal yang mungkin bisa ditindaklanjuti gitu,” katanya di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
“Dan kami sudah katakan, kami akan segera akan lakukan proaktif jika memang dibutuhkan dalam hal-hal tertentu. Itu sudah kami komunikasikan,” imbuhnya.
Namun sejauh ini, lanjut Susi, pihaknya belum berkomunikasi langsung dengan para korban.
Pasalnya, hingga saat ini LPSK belum mendapatkan akses terhadap korban teror tersebut.
“Kalau ke korbannya kami kan belum punya link ya, karena kami lewat Amnesty International,” ucap Susi.
Ia berharap para korban dapat melaporkan langsung aksi teror yang mereka terima. Adapun korban teror dalam kasus ini antara lain Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik.
Selain itu, konten kreator asal Aceh Sherly Annavita serta influencer Ramond Donny Adam atau DJ Donny.
Baca Juga: KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
“Melalui kawan-kawan inilah barangkali bisa mengomunikasikan dan menjadi jembatan,” tandasnya.
Berita Terkait
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
-
Ciptakan Ruang Aman Pascabencana, 'Zona Anak' Hadir di Aceh Tamiang
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tinjau Bencana Sumatra, Prabowo Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi
-
Prabowo Jawab Kritikan: Menteri Datang Salah, Tak Datang Dibilang Tak Peduli
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami
-
Dikritik Bambang Pacul, Ahmad Muzani Tegaskan Berangkat ke Iran sebagai Utusan Khusus Presiden
-
Tarif TransJakarta Mau Naik, Akankah Warga Kembali Memilih Kendaraan Pribadi?
-
Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka
-
Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi