Suara.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pekan ini bahwa invasi Rusia atas Ukraina bisa memaksa empat juta warga Ukraina mengungsi dari negara mereka. Hal itu akan menjad krisis pengungsi terburuk di Eropa dalam lebih dari 70 tahun.
Menyadur laman VOA Indonesia, Minggu (27/2/2022), Komisioner Tinggi PBB urusan Pengungsi Filippo Grandi, hingga Sabtu (26/2) pagi, lebih dari 150 ribu warga Ukraina telah menyeberang ke negara-negara tetangga. Sekitar 75 ribu di antaranya menyeberang ke Polandia.
Pada Sabtu (26/2) pagi, Grandi mencuit jumlah pengungsi di dalam Ukraina "juga meningkat, tapi situasi militer menyulitkan upaya untuk memperkirakan jumlahnya dan untuk menyediakan bantuan."
Polandia beserta Moldova, Romania, Slovakia dan Hungaria telah melonggarkan kontrol perbatasan terkait COVID-19 untuk memperbolehkan warga Ukraina mengungsi ke negara-negara itu. Pemerintah Polandia menyatakan pihaknya membuka perbatasan dan tidak akan mewajibkan dokumen resmi.
“Kami akan bantu semua orang. Kami tidak akan membiarkan siapapun tanpa bantuan," kata dinas perbatasan Polandia.
Menurut kantor berita Associated Press (AP), antrean mobil di Medyka, perbatasan Polandia-Ukraina mencapai 15 kilometer.
Para pengungsi kebanyakan perempuan, anak-anak dan lansia, karena Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pekan ini melarang laki-laki usia militer untuk meninggalkan negara itu.
Tag
Berita Terkait
-
Sanski Invasi Ukraina, Rusia Dipaksa Hentikan Peluncuran Rokey Soyuz dari Amerika Selatan
-
Profil Volodymyr Zelensky, Sarjana Hukum Berkarir dari Komedian hingga Menjadi Presiden Ukraina
-
Rusia Invasi Ukraina, Indonesia Perlu Cari Sumber Gandum Baru
-
Aurus Senat L700, Mobil Dinas Presiden Vladimir Putin yang Menggeser Mercedes-Benz S600 Pullman Guard
-
Profil Vladimir Putin, Presiden Rusia Pernah Jadi Intelijen KGB yang Kini Pilih Menyerang Ukraina
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ
-
AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik
-
Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia
-
Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!
-
Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?
-
SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September
-
Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital
-
Pengamat Sebut 2029 Jadi Penentu Nasib Dinasti Politik Jokowi: Kalau PSI Gagal, Wassalam!
-
Pertamina Pastikan Pasokan BBM NTT Aman Usai Gempa, 11 Truk Tangki Dikirim via Kapal Feri