Suara.com - Beredar video dengan narasi sepasang suami istri terpidana mati di Bali yang beragama Hindu didandani layaknya umat Islam saat diadilii.
Narasi ini dibagikan oleh akun Facebook Ace Surahman pada 22 Februari 2022. Akun ini mengunggah video yang menunjukkan seorang pria mengenakan kopiah dan seorang wanita berjilbab saat menjalani sidang.
Kedua orang itu disebut pasangan suami istri yang menjadi terpidana mati. Mereka disebut didandani layaknya umat Islam saat diadili, padahal beragama Hindu.
Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut:
“Sepasang suami istri terpidana mati di Bali, notabene beragama hindu ketika diadili, didandani layaknya umat islam. Suami pakai kopiah n istri pakai jilbab. Kemauan pesakitan sendiri atau ikut skenario ? Biar apa coba? Biar Islam semakin terlihat jelek dan radikal begitukah maksud kalian!! Salah besar kalau itu tujuan kalian!! Islam akan tetap mulia hingga akhir zaman walau sekeras apapun kalian mencoba menghinakannya!”
Lantas benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, narasi pasutri terpidana mati di Bali yang beragama Hindu namun didandani layaknya umat Islam saat diadilii tidak benar.
Faktanya, keduanya memang beragama Islam. Identitas pasangan suami istri ini dimuat dalam lampiran putusan Pengadilan Tinggi Denpasar Nomor 90/Pid/2012/PT.Dps yang diunggah di situs putusan3.mahkamahagung.go.id.
Baca Juga: ASDP Tutup Penyeberangan dari dan ke Bali
Dalam dokumen itu, pasangan suami istri itu disebutkan beragama Islam. Pria yang mengenakan kopiah dalam video tersebut bernama Heru Hendriyanto alias E’en alias Komang (27).
Sedangkan wanita berjilbab itu adalah Ni Putu Anita Sukradewi (22). Pasutri ini dijatuhi vonis hukuman mati karena didakwa menjadi otak pembunuhan keluarga Made Purnabawa di Kampial, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada 2012.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, maka narasi pasutri terpidana mati di Bali yang beragama Hindu namun didandani layaknya umat Islam saat diadilii adalah hoaks.
Narasi tersebut masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Video yang mungkin Anda lewatkan:
Berita Terkait
-
ASDP Tutup Penyeberangan dari dan ke Bali
-
Beredar Isu Gus Yaqut Pendeta, Yusuf Muhammad Singgung Kelompok yang Klaim Paling Islam Tapi Suka Fitnah
-
Peringati Nyepi, Umat Hindu di Belitung Mengarak Ogoh-Ogoh
-
7 Makanan Khas Bali Selain Ayam Betutu, Dijamin Nggak Kalah Enak dan Bikin Ketagihan!
-
Gaji Sering Telat Bahkan Dibayar Rapel, Anak Sampai Trauma Bayar UKT Pinjam ke Tetangga
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kasus Yurizal dan Pelajaran Besar tentang Empati Tenaga Kesehatan di Era Media Sosial
-
3 Mantan Pejabat Ditjen Bea Cukai Dicecar Soal Dugaan Suap Impor Barang
-
Ada Lex Specialist Dalam RUU PA: Penyitaan Aset Sebelum Persidangan Pokok Perlu Diuji
-
Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix
-
Polda Jateng Tangkap Mahasiswa Penyebar Konten Pornografi Berbasis Deepfake
-
Nasdem Tolak Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ingatkan Risiko Konsentrasi Kekuasaan
-
Pemerintah Kebut MBG di Daerah 3T, Target Papua hingga Maluku Tuntas Pekan Ini
-
4 Awak Terluka dalam Serangan Terhadap Kapal di Laut Hitam
-
Wapres AS: Ada Orang Iran yang Radikal Ingin Perang Berlanjut
-
Raja Juli Antoni dari Partai Apa? Ini Rekam Jejaknya di Politik