Suara.com - Menlu Jerman Annalena Baerbock meminta dunia untuk mengecam serangan Rusia ke Ukraina. Perang Rusia ini didasarkan pada kebohongan, ujar Baerbock di pertemuan darurat Majelis Umum PBB.
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock pada Selasa meminta negara-negara anggota PBB untuk memilih mendukung resolusi yang mengecam keras invasi Rusia ke Ukraina.
Berbicara dalam pertemuan darurat Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Annalena Baerbock mengatakan komunitas global perlu membuat pilihan antara "perdamaian dan agresi, antara keadilan dan keinginan yang mereka terkuat, antara bertindak dan berpaling."
Perang Rusia "berdasarkan kebohongan"
Baerbock mengatakan bahwa serangan Rusia ke Ukraina menandakan adanya sebuah titik balik.
"Itulah mengapa perang ini bukan hanya tentang Ukraina, bukan hanya tentang Eropa, tetapi tentang kita semua. Perang Rusia menandai awal dari sebuah era baru. Ini adalah titik balik," ujar Baerbock pada hari Selasa (01/03).
Lebih lanjut, diplomat papan atas Jerman ini mengatakan bahwa: "Perang Rusia adalah suatu bentuk agresi dan didasarkan pada kebohongan."
"Anda mengatakan Anda bertindak untuk membela diri, tetapi seluruh dunia menyaksikan Anda telah membangun pasukan selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan serangan ini," kata Baerbock.
Klaim oleh Rusia bahwa negara itu tengah menjalani misi penjaga perdamaian di Ukraina juga ditolak mentah-mentah oleh menteri luar negeri ini.
Baca Juga: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Mendorong Cina Invasi Taiwan?
"Anda mengatakan Rusia mengirim pasukan penjaga perdamaian, tetapi tank Anda tidak membawa air, tank Anda tidak membawa nutrisi untuk bayi, tank Anda tidak membawa perdamaian. Tank Anda membawa kematian dan kehancuran."
Bicara langsung kepada Menlu Rusia Baerbock menuduh Rusia menyalahgunakan kekuasaannya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Kepada rekannya sesama menlu dari Rusia yakni Sergey Lavrov, ia mengatakan: "Tuan Lavrov, Anda dapat menipu diri sendiri, tetapi Anda tidak bisa menipu kami dan Anda tidak bisa menipu rakyat kami, dan Anda tidak bisa menipu rakyat Anda," ujar Baerbock.
Baerbock mengatakan dia selama ini punya hak istimewa besar untuk tumbuh dalam perdamaian dan keamanan.
Ia juga merujuk pada pendirian Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah Perang Dunia II, yang dia katakan adalah "perang kejam yang diluncurkan oleh Nazi Jerman."
Menanggapi tuduhan bahwa sejumlah imigran asal Afrika yang selama ini tinggal di Ukraina mengalami diskriminasi saat mencoba mengungsi dan melintasi perbatasan, Baerbock mengatakan bahwa "setiap pengungsi harus menerima perlindungan, tanpa melihat apa kebangsaan mereka."
Berita Terkait
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara