Suara.com - Bagaimana sebenarnya penyebutan dan penulisan nama ibu kota Ukraina, Kyiv atau Kiev? Bagi masyarakat Ukraina ini sangat penting karena simbol dari budaya, bahasa dan sikap politik.
Ukraina menjadi perhatian dunia setelah Rusia menginvasi negara tersebut sejak Kamis lalu (24/02).
Hampir sepekan berlalu, berdasarkan gambar satelit terbaru, konvoi besar kendaraan lapis baja Rusia, seperti tank, artileri dan unit logistik tengah menuju ke ibu kota Kyiv, dan kota lainnya seperti Kharkiv dan Chernihiv, juga terus menghadapi gempuran militer Rusia.
PBB menyebut lebih dari 500.000 orang Ukraina telah mengungsi ke negara tetangga, dan ribuan tentara dari kedua pihak meninggal dunia.
Baca juga:
- Konvoi 27 kilometer kendaraan lapis baja Rusia menuju ibu kota Ukraina, Kyiv
- Rusia menyerbu Ukraina, sanksi-sanksi apa saja yang dijatuhkan Barat?
- 'Saya harap ini perjalanan singkat, dan kami bisa kembali', ratusan ribu perempuan dan anak-anak tinggalkan Ukraina untuk hindari invasi
Di balik situasi ini, reporter BBC, Lyse Doucet dan Rich Preston menyoroti penyebutan dan makna di balik nama ibu kota Kyiv atau Kiev.
https://mobile.twitter.com/RichPreston/status/1497145935771619329
Lyse Doucet mengatakan, masih banyak orang yang menyebut ibu kota Ukraina sebagai Kiev. Dan, setiap kali orang Ukraina mendengar, mereka kerap kali merevisi hal tersebut.
"Bukan, bukan. Itu cara Rusia (Kiev). Tolong baca dengan cara Ukraina, Kyiv," kata Doucet.
Baca Juga: Hari Kelima Perang Rusia Vs Ukraina, Rentetan Ledakan Bersahutan Di Ibu Kota Kiev Hingga Kharkiv
Doucet menambahkan, orang Ukraina menjelaskan Kyiv merepresentasikan bahasa, dan budaya Ukraina.
"Secara khusus juga menegaskan posisi pro-Eropa dan rasanya seperti bagian dalam kota-kota Eropa," ujarnya.
Keinginan untuk menjadi bagian dari Eropa, kata Doucet terlihat pada jajak pendapat dalam negeri Ukraina tahun 2014.
"Sejak Rusia menganeksasi (mengambil wilayah secara paksa) semenanjung Krimea tahun 2014 dan mengerahkan pasukannya ke wilayah timur Ukraina, ini menjadi boomerang, bahwa Ukraina menjadi lebih ingin bergabung dengan aliansi NATO dan merasa menjadi bagian dari Eropa," katanya.
Reporter senior BBC Rich Preston menambahkan, Unit Pengucapan BBC telah menyarankan pengubahaan ejaan Kiev menjadi Kyiv sejak tahun 2019.
https://mobile.twitter.com/RichPreston/status/1497147957996630017
Dilansir dari The Guardian, orang Ukraina menyebut ibu kota mereka "Kyiv" (ki-yiv), ejaan dari aksara Kiril Ukraina, .
Sedangkan versi Rusia adalah "Kiev" (ki-yev), ejaan dari aksara Kiril Rusia .
Rusia dan Ukraina memiliki akar yang sama, yaitu dari bahasa Slavonik timur (berbeda dengan bahasa Slavonik barat seperti Polandia, dan bahasa Slavonik selatan seperti Bulgaria).
"Mereka semua berasal dari akar yang sama, tetapi kemudian berbeda dalam perkembangan bahasanya," kata Monica White, profesor dalam studi Rusia dan Slavonik di Universitas Nottingham.
Penulisan Kiev diperkenalkan dan diakui secara internasional pada periode kepemimpinan Uni Soviet.
Rusia menyerang Ukraina:
- Perkembangan terakhir: Pasukan Rusia masuk ibu kota Ukraina, PBB ungkap puluhan korban sipil
- Latar belakang: Mengapa Putin menginvasi Ukraina?
- Dalam peta: Ukraina diserang: Invasi Rusia dalam peta
- Kondisi WNI: Puluhan WNI dievakuasi dari Kyiv di Ukraina ke Romania
Namun dalam perkembangannya, sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet tahun 1991, pemerintah Ukraina mulai memperkenalkan nama Kyiv.
Pemerintah Ukraina pun pernah mengkampanyekan nama ibu kotanya guna mendapat pengakuan internasional, bahkan muncul tagar yang populer di Twitter, #KyivNotKiev.
Bagi Ukraina, penulisan dan penyebutan Kyiv adalah representasi dari kemerdekaan, kebebasaan, dan identitas.
"Banyak orang Ukraina melihat ini sebagai tanda penghormatan terhadap bahasa dan identitas mereka," kata Andrii Smytsniuk, guru bahasa Ukraina di Universitas Cambridge.
Berita Terkait
-
Cara Daftar BRImo dari Luar Negeri: Cepat, Mudah, Tanpa Perlu Pulang ke Indonesia!
-
Terpopuler: Mobil Matic Transmisi Awet, Harga Mobil Naik, Drama MotoGP Memanas
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu
-
Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Dibekuk Bareskrim, Diduga Jadi Beking Bandar Sabu!
-
Sempat Ajukan Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Haji, Muhadjir Effendy Tiba-tiba Muncul di KPK
-
MPR Pastikan Tak Lagi Libatkan Juri LCC Empat Pilar yang Bermasalah: Sanksi Sosial Sudah Berjalan
-
Anies Baswedan Soroti Dampak AI pada Remaja: Tantangan Besar Buat Orang Tua dan Guru
-
Jadi 'Sniper' Jaringan Kampung Narkoba Samarinda, Bripka Dedy Wiratama Terancam Pidana dan Dipecat!
-
Sempat Viral Karena Dicurangi Juri, Josepha SMAN 1 Pontianak Kini Dilirik MPR RI Jadi Duta LCC
-
Bantargebang Jadi 'Bom Metana' Dunia, Timbunan Sampah Tembus 80 Juta Ton!