Suara.com - Istri mana yang tidak sakit hati saat mengetahui suami yang dicintainya malah tepergok sedang bersama perempuan lain.
Seperti halnya seorang istri dalam video yang telah beredar dan viral di media sosial ini. Ia memergoki sang suami yang diduga sedang bersama perempuan lain.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat seorang wanita berpakaian rapi menghampiri suaminya yang sedang memarkirkan motornya.
Tanpa basa-basi, wanita yang merupakan istri sah ini mengamuk kepada suaminya dan menghajar suaminya di pinggir jalan.
Menurut informasi, peristiwa tersebut terjadi di kawasan antara Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.
"Ambil hikmah dari kejadian ini, istri sah memergoki suami bersama wanita lain, sepintar-pintar menyimpan bangkai tercium juga," tulis keterangan unggahan akun @andreli_48 dikutip Suara.com, Senin (7/3/2022).
Saat telah memergoki suaminya yang sedang bersama perempuan lain, sang istri langsung terlibat cek-cok di pinggir jalan.
Bahkan, wanita ini terus mencoba membuntuti suaminya yang berusaha mengelak. Ia juga terlihat berusaha untuk memukul sang suami.
Dalam video, ia terus mengamuk kepada sang suami sampai tidak segan-segan memukul helm yang dikenakan oleh suaminya saat itu.
Baca Juga: Ngeri! Terobsesi Pada Perempuan Pujaan, Pria Ini Sembunyi di Atas Loteng Demi Bisa Rekam Video Tidur
Pria itu terus berusaha menghindar dari amukan sang istri. Namun, sang istri tidak pernah menyerah untuk terus mengamuk kepada suami yang diduga telah mengkhianatinya.
Kaca helm yang dipakai oleh suaminya itu terlihat lepas gara-gara terkena pukulan tangan dari istrinya yang sedang tidak bisa mengendalikan emosinya.
Saat suami berusaha menghindar dan mengelak dari amukannya, ia terus mengikuti langkah sang suami dan mencoba untuk memukulnya.
Sontak, peristiwa yang direkam oleh salah seorang pengguna jalan lantas menuai beragam tanggapan dari warganet.
"Tanpa bicara tanpa pukulan, diam dan selesaikan di PA. Eman-eman tanganmu buat ngampleng (menghajar)," tulis salah seorang warganet di kolom komentar.
"Intinya jangan coba-coba selingkuh kalau tidak mau nanggung akibatnya. Selingkuh itu indah tapi lebih indah ya nggak selingkuh," komentar warganet.
Berita Terkait
-
Viral Video Istri Sah Keroyok Pelakor, Warganet Malah Puji Wanita Selingkuhan: Kenapa Suaminya Gak Dipukul Juga?
-
Viral, Ungkapan Hati Bocah Ini Bikin Pilu Warganet Gara-Gara Tidak Punya Ayah
-
Nyeberang Sembarangan, Perempuan Ini Sebabkan Tabrakan Beruntun, Publik Dibikin Geram
-
Kelewat Santai, Pengantin Perempuan Ini Malah Begadang Ikut Bantu Pasang Dekorasi Sehari Sebelum Nikah
-
Ngeri! Terobsesi Pada Perempuan Pujaan, Pria Ini Sembunyi di Atas Loteng Demi Bisa Rekam Video Tidur
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional
-
Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak
-
MK Minta Pemohon Uji Materi KUHP dan KUHAP Baru Cermati Gugatan Agar Tidak Bersifat Prematur