Suara.com - Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh tak yakin kalau Presiden Joko Widodo akan melakukan reshuffle atau perombakan anggota kabinet dalam waktu dekat. Sebab, kata dia, Jokowi masih merasa roda pemerintahan berjalan efektif.
"Saya pikir itu namanya isu, kalau isu ya biarkan saja. Tapi saya yakin dan percaya bahwa sejauh presiden menganggap jalan administrasi roda pemerintahannya berjalan efektif, tak ada reshuffle," kata Surya Paloh usai pertemuan dengan Golkar di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2022).
Menurutnya, tidak ada alasan untuk melakukan perombakan jajaran kabinet sakarang ini. "Tidak ada reason untuk membuat reshuffle, ya kan," ujarnya.
Kendati begitu, Surya enggan mencampuri lebih jauh soal keputusan reshuffle tersebut. Menurutnya, hal itu bisa saja dilakukan jika Jokowi melihat ada yang tidak tepat dalam kabinetnya.
"Jadi kembali kepada hak-hak prerogatif presiden. Dan Nasdem, saya yakin Golkar juga sama kita menghargai itu semuanya," ujarnya.
Sebelumnya, elit partai PKB, Luqman Hakim mengatakan, partai PAN akan mendapatkan posisi di kabinet Jokowi. Ia menyebut, reshuffle kabinet akan dilakukan pada akhir Maret nanti.
"Kalau kabar kabar warung kopi begitu, infonya akhir Maret ini," kata Luqman, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Rabu (9/3).
Luqman mendengar akan ada reshuffle kabinet sekaligus pembagian jatah menteri untuk partai PAN. Dari info yang diperoleh Luqman, PAN akan mendapatkan posisi satu menteri dan satu wakil menteri.
"PAN dapat satu menteri plus satu wamen," ungkap Luqman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama
-
Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama
-
Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung
-
Kuota Program Magang Diperbesar Pemerintah, Peluang Karier atau Sekadar Tenaga Kerja Murah?
-
Gelap Mata Demi 'Deposit' Judol: Pria di Makassar Bacok Istri dan Leher Sepupu hingga Tewas!
-
Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total
-
Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan
-
Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek
-
Kenapa Blokade Selat Hormuz Akan Sangat Bahaya untuk Dunia?
-
Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?