Suara.com - Polisi memastikan tak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh petugas Penanganan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU) Edi Mulyanto (54) yang jenazahnya ditemukan mengambang di Kali Sunter, Jalan Setia Agung Raya atau depan Apartemen Sunter Icon, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Ricky Pranata Vivaldy menyebut korban diduga tewas akibat terpeleset ke kali.
"Diduga terpeleset, karena lokasi merupakan arah jalan ke rumah korban," kata Ricky saat dikonfirmasi, Senin (14/3/2022).
Edi ditemukan tak bernyawa dalam keadaan mengambang di Kali Sunter, pada Minggu (13/3/2022) kemarin.
Sebelum ditemukan meninggal pria tersebut ternyata sudah tidak pulang ke rumah terhitung sejak Jumat (11/3/2022) lalu.
Penemuan jenazah Edi ini viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @merekamjakarta.
"TIGA HARI TAK ADA KABAR, ANGGOTA PPSU SUNTER AGUNG DITEMUKAN TEWAS MENGAMBANG DI ANAK KALI SUNTER," tulis @merekamjakarta seperti dikutip Suara.com pada Minggu (13/2/2022).
Dituliskan, sejak menghilang pihak keluarga sudah berusaha melakukan pencarian, hingga menanyakan ke pihak Kelurahan.
"Tetapi tak ada yang tahu keberadaan korban," tulis akun tersebut.
Baca Juga: Tendon Putus Dibacok Begal, Aris Petugas PPSU Kelapa Gading Segera Naik Meja Operasi di RSUD Koja
Dalam video, saat ditemukan, Edi masih mengenakan seragam PPSU berwarna oranye.
Ricky ketika itu menyebut jenazah korban pertama kali ditemukan seorang warga sekitar pada pukul 06.00 WIB pagi. Jenazah tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk dilakukan pemeriksaan.
Berita Terkait
-
Lenyap Tanpa Kabar Selama 3 Hari, Petugas PPSU Ditemukan Tewas Mengambang di Kali Sunter
-
Empat Pelaku Begal Petugas PPSU Di Kelapa Gading Tertangkap
-
Tendon Putus Dibacok Begal, Aris Petugas PPSU Kelapa Gading Segera Naik Meja Operasi di RSUD Koja
-
Polisi Periksa CCTV, Selidiki Identitas Pelaku Begal Petugas PPSU Di Kelapa Gading
-
Kronologi Petugas PPSU Kelapa Gading Dibacok Komplotan Begal Sadis
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT