Suara.com - Mbak Rara pawang hujan di MotoGP Mandalika dicap memalukan oleh sebagian orang. Padahal pemilik nama Rara Isti Wulandari ini dianggap berhasil mengendalikan hujan oleh pihak MotoGP.
Lantas bagaimana sih cara kerja pawang hujan Mbak Rara ini?
Pawang Hujan di MotoGP Mandalika Dicap Memalukan
Aksi Rara mengusir hujan keliling Sirkuit Mandalika hingga ditonton para pembalap MotoGP itu menuai pro dan kontra.
Sontak, hal itu membuat kata "memalukan" masuk dalam trending topic Twitter.
"Diharapkan bisa mengharumkan NAMA INDONESIA Eh justru endingnya MEMALUKAN jadi bahan ledekan," cuit salah seorang warganet.
"Tadinya pengen dukung perhelatan Motogp, berhubung ada konten klenik kayak gini jadi malu sendiri," tulis warganet.
"Mempertontonkan kebodohan ke dunia internasional, kelakuan dukun yang bener-bener memalukan," tulis warganet menohok.
Tak hanya dicap memalukan, pawang hujan Mandalika ini juga disuruh tobat.
"Tobat Bu, jangan mencoba menentang kuasa Allah swt," cuit warganet.
"Sedang menunjukkan atraksi kebodohan kepada dunia. Memalukan! Syirik!," tulis akun Twitter lain.
Cara Kerja Pawang Hujan Rara
Dalam sebuah video yang diunggak akun twitter @Astee_mou, pada Minggu (20/3/2022), Rara membuka semua rahasianya mengenai kerja pawang hujan.
“Dari sekian banyak pawang hujan, hanya mbak Rara yang berani bongkar rahasia dengan segala penjelasannya...” tulis akun twitter @Astee_mou, mengiringi video tersebut.
Dalam video itu, Rara mengatakan, dalam mengendalikan cuaca ia menggunakan teknik getaran suara yang dihasilkan oleh sebuah mangkuk logam yang biasa ia bawa ketika melakukan ritual.
Menurut dia, gelombang suara yang bisa ditangkap otak adalah Alfa, Delta dan Teta. Namun tidak semua orang bisa menangkap gelombang suara hingga Teta.
Rara mengatakan, hanya pawang hujan saja yang bisa menangkap gelombang suara Teta. Kemampuan tersebut kemudian dikombinasikan dengan ketenangan bathin, sehingga seorang pawang hujan bisa memasuki alam lain.
“Sebenarnya memecah awan itu dengan energi gelombang dua kali dari singing bowl, dan teriakan. Kalau kita sudah teriak, maka nanti cuaca akan panas,” begitu ungkap Rara dalam video tersebut.
Rara menambahkan, upaya tersebut tetap melibatkan kuasa Tuhan. Ini artinya apa yang ia lakukan, tetap atas seizin Tuhan.
Namun konsekuensinya, ia harus maksimal melakukan usahanya agar mendapatkan keberhasilan yang diharapkan.
"Saya harus melayani semuanya, harus sayang dengan pimpinan, dengan tim kerja mereka, supaya (saya) kuat lintas dimensi," kata Rara.
Ia lalu menganalogikan gelombang suara yang ia gunakan dalam memindahkan awan, sama dengan ritual di agama lain seperti azan dan nyanyian kidung dalam gereka.
Menurut dia, azan dan nyanyian kidung gereja juga merupakan gelombang suara yang dihasilkan untuk didengar oleh khalayak banyak, termasuk orang lain dan juga Tuhan.
Dengan begitu, diharapkan ada doa dan harapan yang didengar sehingga kita mendapatkan apa yang kita inginkan.
“Kemarin langit itu sampai bisa geser, mengikuti Rara,” tambahnya.
Pantesan Mbak Rara...
Dengan kerja demikian, pantas saja Mbak Rara dibayar mahal.
Rara sempat membeberkan honor yang diterimanya selama menjadi pawang hujan Mandalika.
Melalui akun Facebook pribadi miliknya bernama Cahaya Tarot, Rara membagikan tangkapan layar berupa pesan notifikasi transfer.
"Alhamdulillah. Maturnuwun. Terima kasih. Rejeki Hoki All Universe Mandalika Street Circuit," tulis Rara.
Diketahui, Rara, mengaku memang secara resmi dipekerjakan Indonesia Tourism Development Corporation selaku perusahaan BUMN pemilik Sirkuit Mandalika yang juga membawahi MGPA selaku panitia penyelenggara.
"Saya dibayar MGPA dan ITDC. Bayaran saya itu tiga digit untuk 21 hari," bebernya.
Tag
Berita Terkait
-
Diisukan Pindah ke KTM, Alex Marquez Masih Fokus Kembangkan Motor Ducati
-
9 Seri tanpa Kemenangan, Marc Marquez Terkena Kutukan Usai Juara Dunia?
-
Alex Rins Makin Bingung dengan Motornya, Yamaha Sudah Rekrut Ai Ogura?
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Pedas! Fabio Quartararo Sebut Yamaha Tak Tau Cara Atasi Masalah Yamaha V4
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi
-
Bukti Awal Sudah Kantongi! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Jarwinn Solar Panel Solusi Listrik Lebih Hemat Di Saat Viral BBM Naik
-
BGN Pastikan Motor Listrik Bakal 'Blusukan' Antar MBG di Seluruh Indonesia
-
Reshuffle Kabinet Makin Dekat? Sekjen Demokrat Tegaskan Nasib Menteri di Tangan Prabowo
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar
-
Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar
-
Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga
-
Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!