Suara.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan komentarnya mengenai persoalan ribuan penonton yang telantar usai menonton MotoGP Mandalika 2022 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Melalui akun Twitter pribadinya, Susi Pudjiastuti mengomentari berita soal ribuan penumpang yang telantar pada akhirnya diangkut menggunakan truk polisi.
Ribuan penumpang yang telantar itu dikabarkan dipicu oleh penumpukan penonton MotoGP yang keluar dari area secara bersamaan.
Oleh sebab itu, bus-bus yang menjemput penonton jadi terjebak macet dan tidak bisa bergerak.
Susi Pudjiastuti memuji pagelaran besar MotoGP yang dilaksanakan di Sirkuit Mandalika pada Minggu (20/3/2022).
Menurutnya, acara tersebut merupakan acara yang luar biasa. Kendati demikian, ada hal yang perlu diperbaiki dan mengelolanya dengan bijak.
"Event yang luar biasa namun kita harus belajar untuk memperbaiki dan mengelolanya dengan bijak dan cantik juga manusiawi," cuit Susi dikutip Suara.com, Senin (21/3/2022).
Susi juga berharap supaya event besar seperti MotoGP ini tahun depan biusa lebih baik. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini juga yakin bahwa event ini membanggakan Indonesia.
"Semoga tahun depan lebih baik. Saya yakin ini akan membanggakan kita semua," cuit Susi melalui akun Twitternya @susipudjiastuti pada Senin (21/3/2022).
Cuitan Susi Pudjiastuti yang menanggapi persoalan ribuan penonton telantar itu mendapatkan sedikitnya 162 tanda suka dan 23 retweet.
Warganet juga turut menuliskan beragam tanggapan mengenai persoalan tersebut.
"Kebiasaan kita kan bu, tidak memikirkan sesuatu dari A sampai Z. Suka lupa mengenai after process," tulis warganet.
"Wajarlah bu, jangankan event internasional.. Event lokal seperti bola juga kalau dihadiri penonton pasti macet.. Part of the experience," ungkap warganet.
"Hal kecil yang luput dari perhatian," komentar warganet.
"Bu pasti kalau bubaran ya begini, sepak bola juga apalagi ini masih baru sirkuitnya," imbuh yang lain.
Penonton MotoGP Mandalika Telantar Sampai Tengah Malam
Sejumlah penonton MotoGP Mandalika telantar hingga Minggu (20/3/2022) malam. Mereka kekinian tidak bisa pulang karena tidak ada shuttle bus yang datang menjemput setelah menunggu berjam-jam.
Penonton yang didominasi warga Kota Mataram itu pergi menonton ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika dibawa menggunakan shuttle bus dari eks Bandara Selaparang menuju parkir barat atau Masjid Nurul Bilad.
Setelah selesai balapan, para penonton keluar untuk menunggu jemputan shuttle bus, namun tidak ada yang datang, sehingga mereka terpaksa berjalan menuju parkir barat.
Sandi, salah satu warga Kota Mataram mengatakan dirinya keluar dari area sirkuit berjalan kaki sekitar pukul 19.00 WITA.
Setelah itu, ia berjalan kaki menuju area parkir bersama penonton lainnya, karena tidak ada bus.
Setelah berjalan cukup lama, ia numpang pengendara lain yang sedang melintas menuju area parkir barat.
Namun, setelah sampai di sana hingga pukul 23.51 WITA tidak ada bus yang datang untuk menjemput para penonton dibawa menuju eks Bandara Selaparang.
"Banyak teman saya ini masih menunggu di Masjid Nurul Bilad, belum ada bus. Terpaksa pulang malam," kata Sandi, di Mandalika, Minggu.
Kapolsek Kawasan Mandalika AKP Dimas yang dikonfirmasi membenarkan adanya para penonton ajang MotoGP yang masih telantar di area parkir barat.
"Sudah dimonitor, sedang diupayakan untuk mengantar mereka pulang menuju Kota Mataram," katanya pula.
Berita Terkait
-
Balapan Tuntas, Kru dan Pebalap MotoGP Mandalika Mulai Tinggalkan Lombok
-
Ramai LinkedIn Rara Istiati Pawang Hujan MotoGP Mandalika Tertulis Sebagai Cloud Engineer, Begini Faktanya
-
6 Fakta Risman, Staf Hotel Mandalika yang Viral, Doanya di Malam Nifsu Syaban Antar Miguel Oliveira Juara
-
Petugas Kebersihan Sirkuit Mandalika Ngeluh, Penonton MotoGP Ninggalin Sampah hingga Barang Aneh
-
Aksi Rara Pawang Hujan MotoGP Ternyata Mirip Adegan Salah Satu Tokoh di Anime ini, Berikut Kesamaanya
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Lalai Awasi Kasus Hogi Minaya, Mantan Kapolresta Sleman Dicopot dari Jabatan
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa