Suara.com - Perhitungan suara dalam pemilihan presiden Timor Leste bergulir, Minggu (20/03), setelah pada hari sebelumnya masyarakat pemegang hak suara mencoblos di berbagai lokasi dengan protokol Covid-19.
Pilpres Timor Leste akhir pekan ini menandai 20 tahun kemerdekaan negara termuda di Asia ini dari Indonesia.
Mayoritas dari total 16 calon presiden merupakan wajah lama yang mendominasi perpolitikan Timor Leste sejak kemerdekaan mereka diakui publik internasional pada tahun 2002.
Meski begitu, sejarah baru tercatat pada pilpres ini, karena terdapat empat kandidat presiden perempuan yang turut memperebutkan kursi nomor satu negara tersebut.
- Timor Leste bangkitkan hukum adat untuk lestarikan lingkungan - 'Tidak ingin jadi Bali yang lain'
- Kisah eks pengungsi Timor Timur di NTT, tinggal di rumah beratap daun lontar selama 21 tahun
- Brexit: Kisah orang Timor Leste di Inggris menghadapi ketidakpastian Brexit
Berdasarkan perhitungan hingga pukul 14.30 waktu setempat, Ramos Horta yang didukung Partai CNRT memperoleh 102.714 suara (45,15%). Veteran perang kemerdekaan sekaligus Presiden Timor Leste periode 2007-2012 ini untuk sementara unggul dari para pesaingnya.
Peringkat kedua saat ini diduduki petahana, Francisco Guterres alias Lu-Olo, dengan 58.177 suara (25,6%).
Sama seperti Horta, Lu-Olo adalah mantan pejuang gerilya Fretilin pada era perang kemerdekaan. Fretilin merupakan partai yang menjadi mesin politiknya.
Selama kampanye, Horta dan Lu-Olo berjanji akan fokus memperbaiki sistem pendidikan dan pertanian. Mereka menyebut dua bidang itu vital untuk mengikis ketergantungan Timor Leste dari sektor minyak dan gas.
Timor Leste selama ini dilanda pertikaian politik. Sejumlah pengamat menilai para pejabat tinggi negara ini gagal memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah untuk membebaskan masyarakat dari jurang kemiskinan.
Baca Juga: Kantor Imigrasi Atambua Siagakan Petugas di Delapan Pos Jelang Pemilihan Presiden Timor Leste
Setidaknya 40% populasi Timor Leste hidup di bawah garis kemiskinan. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa setengah dari seluruh anak berusia di bawah lima tahun di Timor Leste mengalami stunting akibat malnutrisi.
Perekonomian Timor Leste baru-baru ini terguncang akibat pandemi Covid-19 dan badai siklon Seroja. Sebelumnya, konflik fisik antara pendukung Partai CNRT dan Fretilin juga terjadi.
Maria da Costa Almeida (39 tahun), warga Desa Laclubar, Distrik Manatuto, berharap pilpres kali ini dapat menjadi awal perbaikan kehidupan warga.
"Saya harap kandidat yang saya pilih melihat masalah kehidupan sosial yang kami hadapi. Hingga saat ini kami tidak punya akses air bersih, para perempuan dan janda sangat melarat," kata Maria.
"Kami sebagai petani ingin memiliki akses jalan ke kota agar kami bisa menjual hasil pertanian kami," tuturnya.
Persoalan akses transportasi untuk warga pedesaan juga dinyatakan Crisostomo Correia, Kepala Desa Uatu Haco di Distrik Baucau.
Dia berkata, seluruh kandidat presiden telah menjanjikan banyak hal kepada masyarakat. Dia berharap akses transportasi dari pedesaan ke kota tidak dikesampingkan akibat isu pendidikan dan kesehatan.
"Warga membutuhkan transportasi pblik untuk menuju kota agar bisa menjual hasil perkebunan mereka," ucapnya.
Sementara itu, Henrequeta da Silva (49), warga Dili, berharap pilpres ini akan menjadi akhir dari perselisihan antara para elite politik. Kepentingan publik, kata dia, harus menjadi pertimbangan utama presiden terpilih dan juga kubu oposisi.
"Harapan saya, para pemimpin mengutamakan rakyat dan bisa saling berdialog, terutama di antara pemimpin yang berjuang untuk kemerdekaan.
"Ini adalah era di mana mereka harus bersama-sama membangun ekonomi yang lebih baik agar rakyat hidup makmur," ucap Henrequeta.
Perpolitikan Timor Leste belakangan panas setelah parlemen menolak rancangan anggaran yang disusun Presiden Lu-Olo pada tahun 2020. Sejak saat itu, kekuatan konstitusional seluruh kebijakan yang dia ambil dipertanyakan oleh parlemen.
Bagaimanapun, Lu-Olo yakin akan kembali terpilih menjadi presiden.
"Jika saya terpilih lagi, saya akan tetap membela hak negara demokrasi dan membuat pembangunan yang berkelanjutan agar kehidupan rakyat lebih baik," ujarnya, Sabtu kemarin.
Adapun stabilitas pemerintahan disebut Ramos Horta kepada pers saat ditemui di lokasi pemungutan suara.
"Terpenting bagi saya adalah memperkuat stabilitas dan membangun ekonomi ke depan yang lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, kandidat presiden lainnya, Milena Pires, yakin dapat menjadi presiden perempuan pertama Timor Leste usai proses perhitungan suara selesai.
"Pada pemilihan umum hari ini, suara bukan untuk saya saja tapi untuk semua perempuan dan kaum muda Timor Leste," kata Milena.
"Saya berharap tahun ini adalah waktu bagi perempuan untuk memimpin bangsa ini. Tapi saya juga siap untuk menerima hasil akhir dari pemilu," ujarnya.
Sekitar 860 ribu orang tercatat memegang hak suara pada pilpres kali ini. Dari jumlah itu, kurang lebih 100 ribu di antaranya merupakan pemilih pemula yang sebelumnya belum pernah mendapat hak suara.
Perhitungan suara diprediksi akan selesai Senin besok. Tahap berikutnya adalah proses verifikasi ulang selama enam hari oleh komisi pemilihan umum.
Jika tidak ada satu kandidat yang memperoleh suara mayoritas, maka putaran kedua pilpres akan bergulir pada 19 April mendatang.
Setelah melalui seluruh proses ini, calon presiden yang memenangkan pemilihan akan dilantik dan mulai bertugas pada 20 Mei.
---
Jurnalis di Dili, Viona Viera, berkontribusi untuk liputan ini
Berita Terkait
-
Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Ramalan 12 Shio Hari ini 30 Juli 2026: Shio Ayam Paling Hoki, Babi Harus Waspada
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin
-
Mengenal 6 Jenis Tekstur Sunscreen dan Fungsinya, Ini Panduan agar Tak Salah Pilih
-
Raksasa Elektronik Jepang Ekspansi ke Sektor Kesehatan
-
Duka di Tambakberas: Gus Rokib Sang Penjaga Api Perjuangan KH Wahab Hasbullah Berpulang
-
Roberto Mancini Umbar Janji Manis, Targetkan Dua Trofi Juara untuk Italia
-
Fasilitas Gas Alam AS Diduga Diserang Drone Iran, Donald Trump: Saatnya Pembalasan!
-
5 Pilihan Warna Lipstik yang Tidak Bikin Pucat untuk Kulit Kuning Langsat
-
Investor Asing Soroti Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Pengganti Gubernur BI Harus Berpengalaman
-
Awet 16 Jam! Ini Cara Pakai Maybelline Superstay Matte Ink biar Flawless