Suara.com - Anggota Majelis Rakyat Papua, Benny Sweny, mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang masih melanjutkan pengiriman pasukan militer untuk menyelesaikan permasalahan di Papua.
Benny mengatakan hampir tidak ada ruang demokrasi di tanah Papua karena setiap suara penolakan program pemerintah yang muncul pasti akan berhadapan dengan militer, yang terbaru ramai penolakan daerah otonomi baru di Papua.
"Saya tidak tahu apakah Jokowi ini punya pendidikan militer atau apa, sehingga semua yang dia lakukan mengedepankan konvensional appcroach, infrastruktur yang dikedepankan, tapi selalu ruang demokrasi dibungkam, lembaga MRP juga tidak pernah diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pandangan dengan baik," kata Benny dalam jumpa pers, Kamis (24/3/2022).
Dia mengungkit gaya kepimpinan Jokowi ketika menjadi Walikota Solo yang bisa mengedepankan dialog damai dengan pedagang pasar yang akan direlokasi, sementara hal semacam itu tidak bisa Jokowi lakukan pada warga Papua.
"Waktu sebagai Wali kota Solo 50 kali dia datang berdialog ke masyarakat penghuni pasar, kenapa Papua ini dia datang saja ke kunjungan di pinggir jalan bertemu orang, untuk apa? itu tidak ada pengaruhnya bagi orang Papua, tidak menjawab, tidak menghentikan kontak tembak di Nduga, Puncak Jaya, ini tolong dikasih tahu sama Jokowi, pakailah human approach, ini manusia Papua pemilik dan pewaris tanah Papua, jangan semua direspon dengan kekerasan," tegasnya.
Menurutnya, revisi Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang membuat adanya rencana daerah otonomi baru atau pemekaran provinsi di Papua telah mengakibatkan perpecahan warga Papua.
"Pemekaran ini telah melahirkan polarisasi dan marjinalisasi terhadap orang asli papua, ada masyarakat yang pro terhadap otsus, ada yang kontra," ucapnya.
Diketahui, gelombang penolakan terhadap DOB terus berlangsung di Papua, terakhir demonstrasi berujung kericuhan di Kabupaten Yahukimo menewaskan dua orang warga sipil yakni Yakop Deal (30) dan Erson Weipsa (22) yang ditembak aparat.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri memerintahkan para pejabat utama Polda untuk berangkat ke Yahukimo untuk memeriksa peristiwa penembakan dua demonstran oleh aparat saat unjuk rasa penolakan daerah otonomi baru (DOB) Papua pada Selasa (15/3/2022) kemarin.
Baca Juga: Ketua Dewan West Papua Buchtar Tabuni Diciduk Gegara Keroyok Petugas
Kepala Biro Operasional, Direktur Kriminal Umum, serta Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Papua sudah berangkat ke Yahukimo untuk memastikan anak buahnya menjalankan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan demo atau tidak pada Selasa (15/3/2022) kemarin.
“Karo Ops, Dir Krimum dan Kabid Propam saat ini telah tiba di Yahukimo sekitar pukul 13.00 WIT dan akan membantu Kapolres serta melakukan langkah-langkah Kepolisian untuk memastikan SOP yang dilakukan personil di lapangan," kata Kamal, Rabu (16/3/2022).
Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyebut hingga saat ini belum dapat dipastikan siapa personal yang menjadi pelaku penembakan demonstran yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia kemarin.
"Masih dilidik," ucapnya.
Berita Terkait
-
Reshuffle Terserah Jokowi, Jazilul: Kalau Menteri PKB Mau Ditambah Monggo, Kalau Dikurangi Jangan
-
Ini yang Bikin Publik Lebih Puas Dengan Rezim SBY Daripada Rezim Jokowi
-
Ketua JoMan Dicopot dari Komisaris PT. Mega Eltra setelah Jadi Saksi Meringankan Munarman, Kuasa Hukum Bicara Hak
-
Ketua Dewan West Papua Buchtar Tabuni Diciduk Gegara Keroyok Petugas
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat