Suara.com - Kementerian Kehakiman Rusia memasukkan lembaga penyiaran internasional Deutsche Welle ke dalam daftar "agen asing", bersama dengan sejumlah media asing dan LSM lainnya yang menerima dana dari luar negeri.
"Keputusan ini dibuat berdasarkan dokumen yang diterima dari otoritas negara yang berwenang," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang tidak merinci dokumen atau otoritas yang dimaksud.
Direktur Jenderal DW Peter Limbourg dalam tanggapannya mengatakan: "Ini adalah serangan lebih lanjut terhadap kebebasan pers dan upaya baru untuk menghentikan akses informasi masyarakat Rusia dari media yang bebas dan independen.
Dimulai dengan penutupan paksa studio kami di Moskow pada awal Februari lalu, kemudian situs web kami (semua bahasa) diblokir di Rusia, diikuti pembatasan bertahap pada layanan media sosial dan sekarang DW telah dicap sebagai 'agen asing.'
Keputusan ini tidak akan menghentikan kami untuk terus menyediakan cakupan informasi yang komprehensif dan independen dari Rusia dan sekitarnya, dari studio baru kami di Latvia dan dari Jerman."
Eksistensi DW di Rusia Pada 3 Februari 2022, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan akan mengambil "tindakan pembalasan terhadap media Jerman" yang bekerja di Rusia setelah pihak berwenang Jerman melarang operasional saluran TV Rusia yang dikelola negara, RT DE.
Langkah ini termasuk "mengakui DW sebagai outlet media asing yang memenuhi fungsi agen asing," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan. DW terpaksa menutup kantornya di Moskow dan para jurnalisnya di Rusia harus melepaskan kredensial mereka, sehingga tidak mungkin bekerja di Rusia.
Pada awal Maret, situs web DW diblokir oleh regulator komunikasi negara, Roskomnadzor. Tak lama setelah itu, DW memindahkan kantornya di Moskow ke ibu kota Latvia, Riga.
"Pemerintah Rusia dengan jelas menyatakan 'perang informasi' terhadap DW," kata Christian Trippe, Direktur DW Rusia, Ukraina, dan Eropa Timur.
Baca Juga: Bagian dari Sanksi Ekonomi, Jepang Berlakukan Larangan Ekspor Produk Otomotif Mewah ke Rusia
"Kami para jurnalis terus melakukan pekerjaan kami dan memberikan informasi yang dapat diandalkan untuk audiens kami di Rusia."
Deutsche Welle adalah layanan penyiaran publik internasional Jerman yang didanai dari uang pajak dan menghasilkan produk jurnalistik yang dapat diakses secara bebas dalam 32 bahasa.
Dewan Penyiaran Republik Federal Jerman — sebuah badan independen non-partisan yang bebas dari pengaruh pemerintah — mengawasi kepatuhan DW dengan mandat hukumnya untuk menyediakan informasi independen kepada orang-orang di seluruh dunia.
DW mempekerjakan sekitar 4.000 orang, yang sebagian besar bekerja di studio di Bonn dan Berlin.
Apa itu daftar 'agen asing'?
Sejak 2012, daftar "agen asing" telah digunakan Moskow untuk membatasi operasi media internasional dan organisasi nirlaba yang menerima dana asing, terutama yang aktif dalam politik.
Tag
Berita Terkait
-
Wawancara Debryna: Soroti Peran dan Tantangan yang Dihadapi Perempuan dalam Industri Sains dan Teknologi
-
Debryna Dewi Lumanauw dan Harapan Adanya Kesetaraan Gender serta Kesetaraan Healthcare
-
Resmikan Kantor Biro Asia Pasifik di Jakarta, DW Pertegas Pentingnya Peran Kawasan
-
Direktur Jenderal DW Peter Limbourg dan Kepala Biro Georg Matthes Bicara Pentingnya Indonesia di Mata Eropa
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan Minyak Rusia untuk RI Masuk Tahap Akhir
-
Penampakan Duit Rp11 Miliar yang Disita Kejagung dari Kantor Produser Film Agung Winarno
-
BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil
-
Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS
-
Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar
-
Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran
-
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi
-
Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?
-
RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan