Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan kritikan menohok soal Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) yang mendukung masa jabatan Presiden Joko Widodo tiga periode.
Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Refly awalnya membacakan berita soal Apdesi yang mendukung masa jabatan Presiden Jokowi diperpanjang. Ia pun tidak habis pikir dengan adanya manuver politik tersebut.
Refly secara menohok bertanya mengapa Apdesi tidak sekalian mendeklarasikan masa jabatan Presiden Jokowi untuk seumur hidup.
"Kenapa ya harus dipaksakan deklarasi seperti ini? Kenapa tidak sekalian saja deklarasi seumur hidup?" ujar Refly sambil tertawa video di akun YouTube miliknya.
Refly lantas melanjutkan dengan membaca berita dari salah satu media. Dalam berita itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan disebut tidak memiliki keterlibatan dengan manuver tersebut.
Refly sendiri menyebut hal tersebut sebagai omong kosong. Walau begitu, ia mengatakan dirinya tetap menghormati aspirasi orang lain.
"Omong kosong rasanya ya, rasanya. Karena yang seperti ini kan biasanya menangkap momen juga," kata Refly.
Lebih lanjut, Refly memperingatkan jika gerakan tersebut berbahaya bagi Indonesia jika tidak dihentikan. Pasalnya, gaya mobilisasi ini akan berbenturan dengan masyarakat lain, yang menolak adanya wacana tiga periode atau pengunduran pemilu.
Ia turut mengungkap kemungkinan asal mula wacana masa jabatan presiden 3 periode muncul. Refly menyentil pihak istana yang dinilai ingin bermain api.
Baca Juga: Dukung Jokowi Tiga Periode: Dualisme Kepemimpinan Apdesi Terungkap
"Kenapa wacana tiga periode ini muncul? Ya sederhana, karena istana mau bermain api," ucap Refly harun.
Hal ini dikarenakan pihak istana dan Presiden Jokowi membiarkan wacana itu terus berhembus. Refly menyayangkan baik sang presiden ataupun pihak istana tidak tegas dalam menolak wacana masa jabatan kepala negara 3 periode.
Sebelumnya, sejumlah kepala desa meneriakkan deklarasi Jokowi 3 periode pada Silaturahmi Nasional Desa 2022. Seruan itu mereka sampaikan di depan Presiden Jokowi dan Menko Marves Luhut yang hadir.
Ketua Umum APDESI versi Surtawijaya mengatakan, pihaknya mendukung Jokowi melanjutkan jabatannya karena semua tuntutan mereka telah dikabulkan. Apdesi pun berencana mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi 3 periode usai Lebaran Idulfitri.
“Habis Lebaran kami deklarasi (dukungan Presiden Jokowi tiga periode). Teman-teman di bawah kan ini bukan cerita, ini fakta, siapa pun pemimpinnya, bukan basa-basi, diumumkan, dideklarasikan apa yang kita inginkan,” ujarnya.
Alasan Apdesi mendukung masa jabatan 3 periode karena Presiden Jokowi sudah banyak mengabulkan permintaan para kepala desa. Apdesi pun menilai jika Presiden Jokowi benar-benar peduli dengan desa.
Tag
Berita Terkait
-
Jokowi Terima PM Papua Nugini Di Istana Bogor, Teken Empat Kerja Sama
-
Heboh Teriakan Warga Ingin Presiden Jokowi Tiga Periode, Warganet: Itu di Jawa, Coba Ke Palembang, Pak?
-
Dibandingkan Era Soeharto, Wacana Jokowi 3 Periode Dinilai Lebih Buruk dari Orde Baru
-
Sambut PM Papua Nugini, Jokowi Ajak James Marape Tanam Pohon Cendana di Istana Bogor
-
APDESI Dukung Jokowi 3 Periode, Bappilu PDIP: Kalau Orangnya Mau Ya Boleh
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar