Suara.com - Pernyataan presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjelaskan aturan mudik tahun 2022 sempat menuai berbagai kritik dan pertanyaan dari warganet. Para warganet berbondong-bondong mempertanyakan kenapa protokol kesehatan saat ajang MotoGP Mandalika tidak serumit peraturan protokol kesehatan saat mudik tahun ini.
Sontak, Jokowi meminta publik untuk tidak menyamakan mudik dengan MotoGP Mandalika.
"Jangan dibandingkan nanti dengan acara-acara yang lain, acara misalnya MotoGP yang 60 ribu. Nggak bisa dibandingkan 79 juta. Sehingga penanganan harus hati-hati," ujar Jokowi.
Pernyataan Jokowi tersebut memunculkan berbagai pernyataan, lantaran masyarakat menilai bahwa baik mudik dan MotoGP Mandalika sama-sama menimbulkan massa.
Lantas apa saja perbedaan aturan mudik yang disampaikan oleh Jokowi dengan MotoGP Mandalika?
Booster sebagai syarat mudik
Pemerintah mewajibkan pemudik mengambil vaksin booster atau vaksin dosis kedua sebelum berangkat mudik. Sedangkan, vaksin booster tidak menjadi kewajiban penonton MotoGP Mandalika. Pemudik yang sudah mendapatkan vaksin booster dapat berangkat mudik tanpa melewati tes kesehatan.
Aturan wajib vaksin booster tersebut juga diperkuat oleh surat edaran Kemenhub. Selain itu, Kemenhub merencanakan akan memberikan fasilitas vaksin on the spot bagi para pemudik yang ingin melakukan perjalanan.
Tes kesehatan untuk pemudik yang baru mendapatkan dua dosis
Baca Juga: Hanya 5 Persen Warga yang Dukung Wacana Jabatan Presiden Tiga Periode
Pemudik yang belum mendapatkan vaksin booster dan hanya mendapat dua dosis vaksin harus menempuh tes antigen. Untuk pemudik yang baru mendapat satu dosis vaksin harus menempuh tes PCR.
Sedangkan, penonton MotoGP Mandalika tidak perlu mengambil tes antigen maupun PCR untuk memasuki venue ajang balap motor tersebut.
Pelonggaran aturan protokol kesehatan MotoGP Mandalika diberikan untuk mempermudah pelaksanaan acara tersebut.
Sebagai informasi tambahan, penonton MotoGP Mandalika tetap harus memperhatikan peraturan CHSE (Cleanliness, Health, Safety ,dan Environment Sustainability) sebagai antisipasi mengurangi potensi penyebaran virus COVID-19. Salah satunya adalah dengan membatasi kuota penonton menjadi 60 ribu penonton untuk mengurangi jumlah massa.
Para penonton MotoGP Mandalika juga diwajibkan untuk mengambil vaksin COVID-19 dengan dosis lengkap. Peraturan tersebut berlaku baik untuk penonton dari dalam maupun luar negeri.
Kontributor : Armand Ilham
Tag
Berita Terkait
-
Eks Menparekraf Wishnutama Jadi Koordinator Tim di Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20
-
Penjualan Tiket Kereta untuk Lebaran Sudah Dibuka, KAI Daop 2 Ingat Warga Patuhi Syarat dari Pemerintah
-
Tiket Mudik Kereta Api dari Surabaya Sudah Bisa Dipesan, Ini Update Sisa Tiketnya
-
Hanya 5 Persen Warga yang Dukung Wacana Jabatan Presiden Tiga Periode
-
Survei SMRC: Hanya Ada Lima Persen Publik yang Dukung Ide Presiden Tiga Periode
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah