Keputusan ini diambil atas "permintaan pribadi dari Presiden Prancis (Emmanuel Macron) dan Kanselir Jerman (Olaf Scholz) ke Presiden Rusia Vladimir Putin,” lanjut pernyataan itu.
Kota Zaporizhzhia berjarak 220 kilometer ke barat laut dari kota Mariupol.
"Untuk menjamin keberhasilan operasi kemanusiaan ini, telah disarankan untuk dilakukan dengan partisipasi langsung dari perwakilan UNHCR dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC)," tambah pernyataan itu.
ICRC mengatakan sebelumnya, pihaknya sedang melakukan persiapan untuk memfasilitasi jalan yang aman bagi warga sipil dari Mariupol.
Ukraina mengatakan telah mengirimkan 45 bus untuk mengevakuasi warga sipil dari Mariupol setelah Rusia mengumumkan mengurangi serangannya.
Kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan mengatakan puluhan ribu warga sipil, terjebak di kota dengan sedikit makanan, air, atau obat-obatan, tetapi upaya sebelumnya untuk menyepakati koridor kemanusiaan telah gagal, meskipun ada tekanan internasional. Kedua pihak saling menuduh menghalangi evakuasi. rap/ha (AP, AFP)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan
-
Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran
-
Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?
-
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan