Suara.com - Publik seakan diingatkan kembali dengan kasus megakorupsi Wisma Atlet Hambalang, yang terjadi sekitar satu dekade lalu. Ingatan itu kembali mencuat, setelah salah satu tersangka kasus Hambalang, Angelina Sondakh selesai menjalani hukuman penjara.
Kasus yang disebut-sebut merugikan negara triliunan rupiah tersebut menyeret sejumlah politisi Partai Demokrat. Tak hanya Angelina Sondakh, tapi ada juga Anas Urbaningrum, Nazaruddin dan Andi Mallarangeng.
Angelina Sondakh sendiri sebelumnya memberikan pengakuan mengejutkan. Mantan Politisi Demokrat ini mengakui memilih bungkam terkait dalang megakorupsi tersebut demi kebaikan anaknya.
Sebagai informasi, Bendahara Umum Partai Demokrat kala itu, Nazaruddin pernah menyatakan kalau Anas Urbaningrum adalah dalang dari kasus tersebut.
Menurutnya, uang dari proyek Hambalang digunakan Anas Urbaningrum untuk memenangkan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di Bandung pada 2010 silam.
Bagaimana kronologi kasus tersebut? Berikut kilas balik kasus megakorupsi Hambalang:
Mei 2009
Pada Mei 2009, sejumlah pihak berkumpul di kawasan Casablanca, Jakarta Selatanm untuk membahas mengeai proyek pembangunan Wisma Atlet di daerah Hambalang, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Adapun yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya Nazaruddin, Anas Urbaningrum, Dudung Puwadi dan M. El Idris dari PT Duta Graha Indah.
1 Oktober 2009
Anas Urbaningrum terpilih menjadi Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI untuk periode 2009-2014.
Desember 2009
Nazaruddin dipanggil oleh Anas Urbaningrum, dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat. Oleh Anas, Nazar diminta berkoordinasi dengan Angelina Sondakh, yang saat itu menjabat sebagai koordinator anggaran di Komisi bidang olah raga DPR RI. Nazar juga diminta berkoordinasi dengan Ketua Komisi Olahraga, Mahyudin.
Awal 2010
Digelar rapat di kantor Menteri Pemuda dan Olahraga, yang saat itu dijabat oleh Andi Mallarangeng. Rapat tersebut diikuti oleh Nazaruddin, Mahyuddin dan Angelina Sondakh. Hasil rapat tersebut lalu disampaikan ke Anas Urbaningrum.
Januari 2010
Tag
Berita Terkait
-
Mau Temui SBY Setelah 10 Tahun Dipenjara Kasus Korupsi Hambalang, Angelina Sondakh Ingin Berterimakasih
-
Ngaku Kapok Berpolitik, Kok Angelina Sondakh Pakai Baju Biru?
-
Demi Anak, Angelina Sondakh Sudah Tak Dendam ke Dalang Korupsi Hambalang
-
Sambut Ramadhan, 6 Artis Ini Jalani Tradisi Ziarah Kubur
-
Kapok, Angelina Sondakh Jadi Contoh Koruptor yang Hukumannya Paling Traumatis?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru