Suara.com - Tim vaksinasi mobile bersama aparat TNI-Polri membuka gerai vaksin booster di Pasar Tradisional Jelojok, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada malam hari saat bulan ramadhan.
"Serbuan vaksinasi dilakukan dalam rangka mendukung percepatan capaian herd immunity masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah Kabupaten Lombok Tengah," kata Dandim 1620 Lombok Tengah, Letkol (Inf) I Putu Tangkas Wiratawan dalam keterangan di Praya, Sabtu (9/4/2022).
Selain memberikan pelayanan vaksinasi, pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya sama-sama mendukung dan melawan penyebaran virus Covid-19 dengan ikut vaksin penguat maupun vaksin lengkap serta dosis pertama bagi yang tidak pernah divaksin. Pihaknya melakukan vaksinasi di pasar Jelojok, karena lokasi ini merupakan area publik dan sering dikunjungi oleh masyarakat.
"Kawasan ini dikenal sebagai tempat yang ramai dikunjungi warga, selalu banyak pengunjung yang datang, terutama anak-anak muda," ujarnya.
Untuk itu, Tim Vaksinasi Mobile dari Denkesyah Kota Mataram yang berkolaborasi dengan Puskesmas Kecamatan Kopang dan Tim Nakes dari RSAD Mataram sengaja berinisiatif menggelar layanan vaksinasi Covid-19.
"Saya sampaikan terima kasih kepada masyarakat yang sudah melaksanakan vaksinasi. Diharapkan bagi yang belum vaksin agar segera melakukan vaksinasi, bisa di puskesmas, gerai vaksin Presisi Polres maupun pos kesehatan Kodim atau RS terdekat," katanya.
Peserta yang akan divaksin tetap melakukan registrasi, cek kesehatan, kemudian penyuntikan vaksin, selanjutnya input data dan observasi selama 30 menit.
Serbuan Vaksinasi di wilayah Kodim 1620/Lombok Tengah berjalan aman dan lancar. Para peserta vaksinasi berhasil menerima suntikan vaksin Covid-19 baik dosis pertama, kedua maupun booster, demikian I Putu Tangkas Wiratawan. (Antara)
Baca Juga: Selama Ramadhan, Perhatikan Hal Ini untuk Olahraga Usai Buka Puasa atau Sahur
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta