Suara.com - Pos polisi subsektor Pejompongan, Jakarta Pusat, hangus dibakar oleh massa tak dikenal usai aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh di kawasan Gedung DPR RI, Senin (11/4/2022) malam. Kondisi pos polisi tersebut saat ini telah dipasang garis kepolisian.
Pantauan di lokasi, Selasa (12/4/2022) siang, Puslabfor Polri tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kepolisian tampak tiba di lokasi sekitar pukul 11.13 WIB.
Tampak kaca pos polisi tersebut pecah dan serpihannya masih berserakan di lantai. Tidak hanya itu, tiang plang besi di pos polisi Pejompongan hancur imbas amukan massa semalam.
Pada beberapa bagian tembok pos tersebut juga tampak hangus. Kemudian, plafon di pos tersebut mengalami retak-retak.
Terpantau, petugas Puslabfor saat ini sedang mengecek beberapa bagian yang ada di dalam pos polisi tersebut. Garis polisi pun telah membentang mengitari pos polisi yang masuk dalam wilayah hukum Tanah Abang, Jakarta Pusat tersebut.
Dibakar Massa
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan membenarkan adanya peristiwa pembakaran terhadap pos polisi subsektor Pejompongan,Jakarta Pusat, malam ini. Kekinian, polisi tengah meluncur ke lokasi kejadian.
"Benar, benar. Saya sedang menuju TKP. Benar itu dibakar. Saya baru keluar DPR MPR," ucap Zulpan kepada wartawan, Senin malam.
Warga sekitar lokasi, Lukman (38) menyebut api terlihat mulai membesar sekitar pukul 19.00 WIB.
Baca Juga: Ikatan Alumni UI Kecam Pengeroyokan Dosen UI Ade Armando di Demo 11 April
"Saya lihat pas jam 7 tadi api sudah besar," ujarnya di lokasi, Senin malam.
Tak Ada Almamater Kampus
Para terduga pelaku yang melakukan aksi pembakaran pos polisi ini tidak terlihat mengenakan almamater kampus. Mereka mengenakan pakaian biasa.
"Enggak ada yang pakai almamater, tadi kelihatan cuma pakai kaos biasa," ungkapnya.
Lukman mengatakan, para demonstran mulanya hanya duduk-duduk di sekitar pos polisi. Usai maghrib, mereka menyerang pos polisi yang saat itu kebetulan tidak ada petugas piket.
"Pas kejadian gak ada petugas, tiba-tiba ada yang masuk terus membakar," katanya.
Berita Terkait
-
Sebelum Jadi Bulan-bulanan Massa Liar di Demo 11 April, AKP Rudi Wira Berusaha Evakuasi Mobil yang Terjebak di Tol
-
Selain Ade Armando, AKP Rudi Wira Juga Dikeroyok Massa Pada Aksi 114, Begini Kondisinya Saat Ini
-
Ikatan Alumni UI Kecam Pengeroyokan Dosen UI Ade Armando di Demo 11 April
-
CEK FAKTA: Beredar Video Kerennya Pasukan Pengamanan Demo 11 April 2022, Benarkah?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN