Suara.com - Nama Belmondo Scorpio menjadi perbincangan setelah menjadi pelindung Ade Armando saat digebuki dan ditelanjangi massa di demo mahasiswa 11 April 2022. Berikut ini profil dan sosok Belmondo Scorpio hingga karier Belmondo Scorpio.
Kiprah Belmondo Scorpio yang masih muda cenderung cemerlang. Dia sudah aktif di organisasi sejak duduk di bangku SMK di Batam.
Bahkan Belmondo Scorpio pun sempat jadi bangian membangun perusahaan startup Semud.
Berikut ini profil Belmondo Scorpio:
Belmondo Scorpio lahir Maret 1999. Belmondo Scorpio lulusan jurusan Hukum di Universitas Sumatera Utara.
Dikutip dari akun LinkedIn milik Belmondo Scorpio, Belmondo Scorpio tercatat memiliki banyak prestasi.
Belmondo Scorpio pernah jadi ketua OSIS saat di SMK Negeri 4 Batam.
Bahkan Belmondo Scorpio dapat beasiswa bebas biaya kuliah 100 persen dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan total beasiswa mencapai Rp 100 juta.
Semasa kuliah Belmondo Scorpio menjadi anggota BEM USU selama 2 tahun dan aktif berorganisasi.
Baca Juga: Tentang Kartika, Gadis Batam yang Berjuang Menjadi Pramugari di Maskapai Berkelas di Dunia: Emirates
Lulus dari kampus, Belmondo Scorpio menjadi tenaga pengajar dalam gerakan Indonesia Mengajar.
Di karier komersial, Belmondo Scorpio pernah bekerja sebagai tim marketing di sebuah perusahaan startup bernama Semud.
Kini Belmondo Scorpio menjadi penulis di PIS yang diketuai oleh Ade Armando.
Sorotan publik
Belmondo Scorpio hadir saat detik-detik Ade Armando dipukuli oleh massa demo 11 April. Bahkan Belmondo Scorpio berada di sana.
Aksi heroik Belmondo Scorpio di tengah amukan massa itu mendapatkan sanjungan dari publik.
Tag
Berita Terkait
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
ABK Fandi Ramadhan Terancam Hukuman Mati, Skenario Mafia atau Kejahatan Sadar?
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Pengeroyokan Sopir Truk oleh Petugas Bea Cukai Batam, Komisi III DPR: Tangkap Semua Pelaku!
-
Upaya Pemadaman Karhutla di Batam
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis