Suara.com - Segerombolan pengemis yang minta-minta di rumah warga telah menjadi viral di media sosial.
Beberapa cuplikan video yang memperlihatkan gerombolan pengemis mendatangi rumah warga itu dibagikan oleh akun Instagram terang_media, Senin (18/4/2022).
Video viral yang memperlihatkan rombongan pengemis ini direkam oleh seorang pemilik rumah yang sering didatangi mereka.
Pengemis yang didominasi oleh ibu-ibu membawa anak itu datang setiap hari Jumat. Tak hanya satu atau dua orang, mereka datang rombongan.
"Setiap Jumat pengemis datang 1 sampe 2 (tidak). Pengemis datang rombongan serasa seRT (iya)," tulis keterangan video seperti dikutip Suara.com, Senin (18/4/20220.
Dalam video yang direkam oleh warga dari dalam rumahnya, ada ibu-ibu pengemis yang berdiri di depan pagar.
Para pengemis itu meminta-minta kepada warga di depan pagar. Mereka juga sambil membawa seorang anaknya yang masih balita.
Para pengemis yang selalu datang di depan pagar rumah warga ini juga dinilai berdandan rapi mengenakan jilbab dan pakaian yang tampak sangat bersih.
"Kalau dilihat dandanan rapih itungannya masih mampu," lanjut keterangan video.
Baca Juga: Ngakak! Bocah Ini Bangun Tidur Siang Siap-siap buat Sekolah Padahal Diajak Ngabuburit
Mereka baru pergi meninggalkan kawasan rumah warga saat penghuni rumah memberi mereka masing-masing dengan uang.
Namun, hari Jumat berikutnya pun mereka tampak mendatangi rumah warga ini lagi dengan membawa teman-temannya yang lain sampai bergerombol di depan rumah warga.
Masih dengan penampilan yang sama, mereka datang mengenakan jilbab dan gamis yang sangat rapi.
Hal yang sangat disayangkan oleh pemilik rumah, para pengemis ini sampai berani membuka pagar rumah saat penghuni tidak kunjung keluar dan memberinya uang.
"yang bikin kaget belum dikasih pasti nunggu meski gak ada siapa-siapa atau balik lagi yang gak sopan tu berani buka gerbang," tulis pemilik rumah dalam video tersebut.
Seorang ibu-ibu pengemis itu terlihat membuka pintu gerbang dan berjongkok persis di depan teras rumah saat penghuni belum keluar dan belum memberi mereka uang.
Berita Terkait
-
Sopir Taksi Menangis Haru Dapat THR dari Penumpang yang Dibelikannya Takjil
-
Videonya Viral, Jogja City Mall Jelaskan Kronologi Dugaan Penganiayaan pada Petugas Parkir
-
5 Fakta Sebenarnya soal Video Viral Gadis yang Ditusuk Ibu Gegara Sahur, Ternyata Begini
-
Ngakak! Bocah Ini Bangun Tidur Siang Siap-siap buat Sekolah Padahal Diajak Ngabuburit
-
Viral Kondisi JPO di Alun-Alun Malang Bertebaran Kotoran Manusia
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?
-
KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando
-
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris
-
Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal
-
Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI
-
13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara
-
Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil
-
Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok
-
Puan Maharani Meradang! Kecam Skandal Pelecehan Seksual di UI, IPB, dan ITB