- Megawati Soekarnoputri menerima hasil panen jagung GNTI di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, pada Selasa, 2 Juni 2026.
- Panen jagung tersebut merupakan bagian dari program Panen Raya GNTI 2026 yang berlangsung di Pesawaran, Lampung, pada Mei lalu.
- GNTI meningkatkan produktivitas pertanian melalui modernisasi teknologi guna memperkuat kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima secara simbolis hasil panen raya jagung dari Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI). Penyerahan dilakukan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Selasa (2/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi Megawati terhadap kerja kreatif GNTI yang berhasil meningkatkan produktivitas pertanian melalui modernisasi.
Hasil panen yang diserahkan merupakan bagian dari rangkaian Panen Raya Jagung GNTI 2026 yang sebelumnya dilaksanakan di Desa Sinar Jati, Kabupaten Pesawaran, Lampung.
Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua Umum PP GNTI, Rokhmin Dahuri, menjelaskan bahwa penyerahan tersebut dilakukan tepat sebelum rapat DPP PDIP dimulai.
"Sebelum rapat DPP PDIP, Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) menyerahkan secara langsung hasil panen jagung kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri yang merupakan rangkaian kegiatan Panen Raya Jagung GNTI 2026 yang berlangsung di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Sabtu (30/5/2026) kemarin," kata Rokhmin.
Menurut Rokhmin, Megawati memberikan perhatian khusus terhadap efisiensi hasil panen yang berhasil dikembangkan GNTI dibandingkan metode konvensional.
"Ibu Megawati mengapresiasi kerja kreatif GNTI yang telah menghasilkan hasil panen jagung dengan produktivitas lebih tinggi ketimbang varietas jagung konvensional," ucapnya.
Lebih lanjut, Rokhmin menekankan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar soal angka produksi, melainkan simbol komitmen terhadap kedaulatan pangan.
"Penyerahan hasil panen ini menjadi simbol keberhasilan GNTI dan petani binaan dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan kesejahteraan petani Indonesia," tambahnya.
Baca Juga: Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi
Rokhmin melanjutkan, hasil panen yang diserahkan tersebut merupakan simbol kerja keras petani Indonesia.
"Kami berharap sektor pertanian terus menjadi perhatian bersama sehingga mampu menjadi pilar utama ketahanan pangan dan penggerak ekonomi rakyat," ujarnya.
Dalam proses produksinya, GNTI telah menerapkan teknologi pertanian modern (smart farming), mulai dari penggunaan combine harvester saat panen hingga penggunaan drone pertanian untuk pemupukan.
Langkah tersebut diambil untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Senada dengan itu, Sekjen GNTI Sutrisno menegaskan bahwa organisasinya akan terus mendampingi para petani untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
"Kami berkomitmen menciptakan hasil pertanian bukan hanya kuantitas namun mengedepankan kualitas, dengan menggunakan tekhnologi smart farmer, pertanian dapat memenuhi harga yang sangat kompetitip di pasar internasional," tutup Sutrisno.
Berita Terkait
-
Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi
-
PDIP Sebut Persahabatan Prabowo dan Megawati Kokoh, Bukan Sekadar Pertemanan 'Nasi Goreng'
-
Gerindra Sebut Keakraban Prabowo dan Megawati Sebagai Simbol Persatuan Hadapi Tantangan Global
-
Habiburokhman Puji Keakraban Prabowo-Megawati, Bandingkan dengan Dino Patti Djalal
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP
-
Ribuan Ikan Mati Mengambang di Karawang, Warga Diminta Jangan Konsumsi
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Jakarta dan Surabaya Tidak Perlu Antre Imigrasi
-
Toko Disegel dan Bawang Busuk, Pengusaha UMKM Bali Minta Perlindungan DPR Lawan Oknum Polisi
-
Cegah Konflik, Bantuan Sandang Korban Kebakaran Kemayoran Belum Dibagikan
-
Percakapan Lengkap Donald Trump saat Marahi Netanyahu: Apa yang Kau Lakukan, Bodoh!
-
Dana Umrah Hanania Group Diduga Buat Bayar Influencer, Polisi akan Periksa Keanu hingga Awkarin
-
Modus Beli Nasi Padang, Komplotan Maling Gondol Motor Pegawai Warung di Cilincing
-
Korban Meninggal Ledakan Bom Biak Jadi 6 Orang, Sempat Luka Ringan Sebelum Tiada