- DLH Karawang melarang warga mengonsumsi ikan mati massal di saluran irigasi Karawang Timur karena penyebabnya belum teridentifikasi.
- Petugas DLH dan Satgas Citarum Harum sedang meneliti sampel air di laboratorium untuk menentukan penyebab kematian ikan tersebut.
- Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada serta menghindari pengambilan ikan mati demi mencegah risiko masalah kesehatan serius.
Suara.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati massal di saluran irigasi wilayah Karawang Timur. Imbauan itu disampaikan karena penyebab kematian ikan masih dalam tahap penyelidikan dan kualitas air masih diuji di laboratorium.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang, Luki Mantera Dwi Putra Romly, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kematian ribuan ikan tersebut disebabkan oleh pencemaran, keracunan, atau faktor lainnya.
Menurutnya, hingga saat ini kandungan air di saluran irigasi yang diduga menjadi lokasi matinya ikan secara massal juga masih dalam proses pemeriksaan.
Fenomena tersebut menarik perhatian warga. Banyak masyarakat datang ke lokasi untuk melihat langsung ikan-ikan yang mengambang di permukaan air. Bahkan, sebagian warga diketahui mengambil ikan tersebut untuk dibawa pulang.
"Jadi supaya aman, kami mengimbau agar ikan yang mati massal itu jangan dikonsumsi, karena kita belum tahu kandungan di dalam ikan sampai mati mengambang," katanya.
DLH Karawang bersama Satgas Citarum Harum kini tengah menelusuri sumber penyebab kematian ikan di saluran irigasi yang berada di Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur.
Petugas telah melakukan pemeriksaan awal terhadap kualitas air, termasuk pengukuran tingkat keasaman atau pH. Dari hasil pengujian sementara, nilai pH tercatat berada di angka 6, yang masih masuk dalam ambang baku mutu lingkungan antara 6 hingga 9.
Namun, hasil tersebut belum cukup untuk menjelaskan penyebab pasti kematian ikan dalam jumlah besar.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, DLH telah mengambil sampel air dari lokasi kejadian dan mengirimkannya ke laboratorium lingkungan untuk dianalisis lebih lanjut.
Baca Juga: Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
"Kami masih belum bisa menyimpulkan penyebabnya dan masih menunggu hasil laboratorium," kata dia.
Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati di saluran irigasi sampai hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kemungkinan risiko kesehatan akibat mengonsumsi ikan yang penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti.
Berita Terkait
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas
-
Maut Tak Kasatmata: Leher Terjerat Benang Misterius, Pemotor di Karawang Tewas Berlumur Darah
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Jakarta dan Surabaya Tidak Perlu Antre Imigrasi
-
Toko Disegel dan Bawang Busuk, Pengusaha UMKM Bali Minta Perlindungan DPR Lawan Oknum Polisi
-
Cegah Konflik, Bantuan Sandang Korban Kebakaran Kemayoran Belum Dibagikan
-
Percakapan Lengkap Donald Trump saat Marahi Netanyahu: Apa yang Kau Lakukan, Bodoh!
-
Dana Umrah Hanania Group Diduga Buat Bayar Influencer, Polisi akan Periksa Keanu hingga Awkarin
-
Modus Beli Nasi Padang, Komplotan Maling Gondol Motor Pegawai Warung di Cilincing
-
Korban Meninggal Ledakan Bom Biak Jadi 6 Orang, Sempat Luka Ringan Sebelum Tiada
-
Harga Nyawa Rp139 Juta, Mantan Istri Otaki Pembunuhan Berencana Pengusaha Korea di Tambun Bekasi
-
Bantah Terima Suap Haji, Kubu Yaqut Sebut KPK Tak Tanya Soal Aliran Dana