Suara.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (PLN Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana ditetapkan menjadi tersangka asas dugaan kasus ekspor minyak goreng.
Indrasari ditetapkan menjadi tersangka karena diduga memberikan fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya. Sanitiar Burhanuddin selaku Jaksa Agung menyampaikan bahwa kasus tersebut menyeret empat sosok pejabat, termasuk Indrasari
"Tersangka ditetapkan empat orang. Yang pertama pejabat eselon I pada Kementerian Perdagangan bernama IWW, Direkrut Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan," ungkap Sanitiar pada Selasa (19/4/2022).
Lantas bagaimana kejelasan detil mengenai kasus tersebut? Simak 5 fakta terkait penetapan Indrasari Wisnu menjadi tersangka dugaan kasus ekspor minyak goreng.
1. Jaksa menyertakan dua alat bukti
Alat bukti yang ditunjukkan oleh jaksa berupa dua berkas yang berisi informasi keterlibatan Indrasari terhadap dugaan ekspor minyak goreng. Salah satunya adalah dokumen permufakatan antara pemohon dan pemberi izin untuk fasilitas persetujuan ekspor.
Bukti kedua berupa dokumen persetujuan ekspor kepada eksportir yang ternyata tidak memenuhi syarat.
2. Pernah dua kali dipanggil KPK
Sebelum menghadapi perkara hukum dan menjadi tersangka atas dugaan kasus ekspor minyak goreng, Indrasari Wisnu pernah dipanggil menghadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai saksi atas dua buah kasus suap.
Baca Juga: Profil Indrasari Wisnu Wardhana, Dirjen Kemendag Tersangka Kasus Minyak Goreng
Indrasari dipanggil sebagai saksi kasus suap pengurusan izin impor bawang putih pada 24 September 2019 silam. Ia menghadap KPK bersama tiga pejabat lainnya, setelah penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan kepada beberapa pejabat yang terduga terlibat kasus tersebut.
Selain kasus suap bawang putih, Indrasari dipanggil sebagai saksi untuk kedua kalinya dalam kasus kuota impor ikan di Perum Perindo pada 2019, yang menjerat Dirut Risyanto Suanda.
3. Legislator NasDem ikut buka suara
Kasus penetapan Indrasari Wisnu menjadi tersangka dugaan ekspor minyak goreng turut menuai atensi dari sosok legislator Partai NasDem sekaligus anggota Komisi VI DPR RI Fraksi, Subardi. Sosok politisi tersebut mendukung penetapan Indrasari sebagai tersangka.
“Langkah Kejagung sudah benar. Saya apresiasi itu. Kasus ini harus diungkap ke publik. Tidak boleh ada permainan arus ekspor impor CPO. Apalagi ini diatur oleh Dirjen sebagai pejabat penanggung jawab,” ucap Subardi, Selasa (19/4/2022).
4. Indrasari sempat datang rapat bahas kenaikan harga minyak goreng
Berita Terkait
-
Profil Indrasari Wisnu Wardhana, Dirjen Kemendag Tersangka Kasus Minyak Goreng
-
Siapa Dirjen Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana: Mafia Minyak Goreng yang Bolak Balik KPK di 2 Kasus Korupsi
-
3 Bahan Dapur yang Harus Turun Harga Selain Minyak Goreng
-
Pihak Swasta yang Terjerat Suap Ekspor Minyak Goreng Ternyata Produsen Merek Sania Hingga SunCo
-
Terkait Pengungkapan Mafia Minyak Goreng yang Justru Melibatakan Dirjen Kemendag, Sahroni: Sangat Menyedihkan
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026