"Penting sekali ketika kita mulai bergerak ke fase COVID berikutnya, bahwa kita mendukung komunitas untuk memahami bagaimana COVID ditularkan dan bagaimana kita melindungi mereka yang paling rentan di masyarakat," kata Dr Chant.
Di negara bagian NSW hari Rabu, jumlah yang meninggal 15 orang, dengan 1.639 orang dirawat di rumah sakit dan 72 di antaranya di ruang perawatan intensif.
Jumlah kasus terbaru dalam 24 jam terakhir adalah 15.414 orang.
Menteri Kesehatan NSW Brad Hazzard mengatakan warga masih harus berperilaku hati-hati guna melindungi warga yang rentan di masyarakat.
"Kita masih dalam masa pandemi, dan kebiasaan seperti mencuci tangan, mengenakan masker kalau tidak bisa mengambil jarak, atau tinggal di rumah kalau memiliki gejala masih berlaku," katanya.
Tak perlu lagi bukti vaksinasi
Sementara itu di Melbourne, pemerintah negara bagian Victoria mengatakan selain tidak perlunya kontak dekat untuk isolasi, juga mereka yang mendatangi tempat-tempat umum tidak perlu lagi menunjukkan bukti sudah melakukan vaksinasi.
Masker tidak lagi harus dikenakan di sekolah dasar, di tempat titipan anak, dan juga di pusat perbelanjaan umum.
Mereka yang disebut kontak dekat hanya perlu mengenakan masker kalau mendatangi tempat-tempat yang dianggap 'sensitif'.
Mereka juga hanya perlu melakukan tes antigen selama lima hari berturut-turut dalam waktu tujuh hari.
Baca Juga: 5 Dampak Positif yang Makin Bisa Dirasakan Pasca Munculnya Pandemi COVID-19
Pelancong internasional yang tidak memiliki gejala tidak perlu lagi melakukan tes PCR atau antigen, walau masih dianjurkan kalau mereka menghendaki.
Mereka yang belum vaksinasi juga tidak perlu lagi melakukan karantina selama tujuh hari.
Menteri Kesehatan Victoria Martin Foley juga mengatakan masa puncak kasus Omicron sudah berlalu,.
"Kami mengetahui bahwa ada masa landai yang lama dari gelombang Omicron BA.2 ini," katanya.
"
"Tetapi yang kita ketahui bahwa puncaknya sudah lewat dan sekarang kita bisa melonggarkan beberapa kebijakan menjelang musim dingin."
Berita Terkait
-
Viral! Penumpang Muslim Ditangkap Tim Taktis AS Bersenjata Lengkap Gara-Gara Timer Salat
-
Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
5 Fakta Mojtaba Khamenei: Jebolan Perang Iran-Irak, Nikahi Anak Politisi Senior Iran
-
Hasil Super League: Persib Bantai Persik 3-0, Thom Haye Cetak Gol!
-
Bawa Ayam Saat Jalan-jalan Bisa Bikin Stres Anda Berkurang, Profesor Ini Sudah Membuktikan
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Viral! Penumpang Muslim Ditangkap Tim Taktis AS Bersenjata Lengkap Gara-Gara Timer Salat
-
Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
5 Fakta Mojtaba Khamenei: Jebolan Perang Iran-Irak, Nikahi Anak Politisi Senior Iran
-
Bawa Ayam Saat Jalan-jalan Bisa Bikin Stres Anda Berkurang, Profesor Ini Sudah Membuktikan
-
Duduk Perkara Kasus Bibi Kelinci: dari Nabilah O'Brien jadi Tersangka Hingga Berakhir Damai
-
Sempat Live Bareng Bigmo Saat Penetapan Tersangka, Ini Kata Wali Kota Solo
-
Aneh tapi Nyata! Tren di Jepang, Meditasi di Dalam Peti Mati Demi Kesehatan Mental
-
Kisah Punch, Bayi Monyet Viral Kini Mulai Punya Teman di Kebun Binatang Jepang
-
Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah
-
Kejaksaan Agung Panggil 9 Saksi Kasus Korupsi Ekspor POME, Siapa Saja?