Suara.com - Sebanyak 7013 kuota angkutan motor gratis KAI masih tersedia. Masyarakat yang ingin mengirimkan motor ke kampung halaman bisa mengirimnya dengan gratis menggunakan kereta api jarak jauh.
Hal itu dinyatakan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri.
Zulfikri merinci, dari 2267 orang yang menggunakan angkutan Motis untuk keberangkatan 26 April 2022 dari Stasiun Jakarta Gudang sebanyak 604 unit motor.
“Kemudian per 24 April 2022, tercatat sudah 2267 orang yang menggunakan angkutan Motis dengan periode perjalanan 26-30 April 2022,” kata Zulfikri di Jakarta, Senin.
Kemudian pada 27 April 2022 sebanyak 750 unit motor berangkat dari Stasiun Jakarta Gudang, pada 28 April 2022 sebanyak 754 unit motor, 29 April 646 unit dan 30 April 2022 sebanyak 646 unit.
Adapun kuota kursi yang tersedia bagi peserta Motis mencakup KA relasi Pasar Senen - Semarang Tawang (pp), dan Pasar Senen - Purwosari (pp).
Berikut syarat daftar Angkutan Motor Gratis KAI:
1. Hanya berlaku bagi Peserta Motis
2. 1 motor berlaku untuk maksimal tiga (3) tiket
Baca Juga: Masih Ada 7013 Angkutan Motor Gratis dari KAI, Simak Informasi Lengkapnya
3. Tiket penumpang berlaku sesuai relasi dan tanggal yang sama sesuai dengan perjalanan motis
4. Periode keberangkatan 26-30 April dan 5-9 Mei
5. Pembelian langsung di seluruh stasiun yang melayani Motis (Stasiun Jakarta Gudang, Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, Lempuyangan, Klaten, dan Purwosari)
6. Tiket yang sudah dibeli tidak dapat dibatalkan dan diubah jadwal.
(Antara)
Berita Terkait
-
Punya Nyali! Pemerintah Kuasai Kembali Tanah Negara dari Pihak Lain Demi Bangun Hunian Rakyat
-
KAI Catat Rekor Lebaran 2026, Layani 5,08 Juta Penumpang
-
Laris Manis! KAI Angkut 5 Juta Penumpang Selama Mudik Lebaran 2026
-
Ada Bazar di Monas, KA Keberangkatan Gambir Bakal Berhenti di Jatinegara
-
Stasiun Jakarta Masih Diserbu Penumpang Arus Balik, Tembus 52 Ribu Penumpang Hari Ini
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion
-
Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan
-
OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa
-
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita
-
Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi