Sebuah handphone memerlukan 3.500 liter untuk proses produksi sementara satu celana jins memerlukan 10 ribu liter air.
Di tahun 2012, setelah mengetahui mengenai 'air siluman' ini Guli mendirikan yayasan bernama Thirst Foundation, sebuah organisasi nir laba dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan krisis air global dan mendorong tindakan segera guna mengatasi krisis tersebut.
Dia ingin adanya perhatian internasional akan masalah tersebut sehingga dia kemudian melakukan 100 maraton di tahun 2016.
Dia percaya dengan melakukan maraton d berbagai negara dan berbicara dengan berbagai komunitas yang mengalami masalah air bersih akan membuat perhatian semakin terarah ke sana.
Pernah melakukan 100 maraton
Ini bukanlah kali pertama Mina Guli melakukan maraton untuk mengkampanyekan masalah-masalah yang dianggapnya penting.
Di tahun 2019, dia berencana untuk melakukan 100 maraton dalam waktu 100 hari.
Tetapi di hari ke-62 dia hampir tidak bisa berjalan.
Dia tidak sadar bahwa ketika itu retak di tulang kakinya sudah melebar menjadi sekitar 15 sentimeter.
Namun, dia berhasil menyelesaikan maraton di hari tersebut. Barukeesokan harinya ia diberi tahu bahwa dia harus segera berhentijika ia tidakmaumengalami cedera permanen.
Baca Juga: Hari Air Sedunia, Aquaproof Berkontribusi Dalam Distribusi Air Bersih dan Cat Sekolah
"Ketika melihat foto saya melakukan maraton, saya sempat berpikir 'itu gila ya, apa sih yang saya lakukan ketika itu," katanya kepada ABC.
Namun pengalaman tersebut tidaklah membuatnya berhenti, tapi malah semakin memberinya semangat untuk melakukan maraton lagi.
Tujuh gurun, enam sungai dan ribuan kilometer
Di tahun 2016, dia melakukan Lari Tujuh Gurun yang meliputi 40 maraton selama 49 hari di tujuh benua.
Setahun kemudian dia melakukan Lari Enam Sungai, yaitu 40 maraton selama 40 hari.
Dan di tahun 2019, dia melakukan 100 maraton dalam 100 hari.
Dan sekarang dia melakukan maratonglobal untuk menarik perhatian lebih besar lagi.
Berita Terkait
-
Kereta Panoramic Jadi Tren Wisata Baru, Jumlah Penumpang Tumbuh 38,6 Persen Sepanjang 2025
-
Masih Sayang, Erika Carlina Minta Netizen Jangan Sentil DJ Bravy Terus
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Proyek Pengendali Banjir Fatmawati Dimulai, Jalan H. Nawi Bakal Menyempit Selama Setahun
-
5 Mobil 3 Baris Harga di Bawah Rp100 Juta, Jadi Andalan Keluarga
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
Terkini
-
Kereta Panoramic Jadi Tren Wisata Baru, Jumlah Penumpang Tumbuh 38,6 Persen Sepanjang 2025
-
Wakapolri Tinjau Arus Balik Libur Nataru, Skema One Way hingga Contraflow Disiapkan
-
Proyek Pengendali Banjir Fatmawati Dimulai, Jalan H. Nawi Bakal Menyempit Selama Setahun
-
Begini Situasi Manggarai Sore Tadi, Tawuran Warga yang Bikin Rute Transjakarta Dialihkan
-
LPSK Berkoordinasi dengan Amnesty Internasional soal Teror Kritik Penanganan Bencana Sumatra
-
KUHAP Baru Berlaku, Hinca Panjaitan: Tak Ada Lagi Pelanggaran HAM
-
Tawuran di Manggarai Berhasil Dibubarkan, Lalu Lintas dan Layanan Transjakarta Kembali Normal
-
BMKG Kalteng Ingatkan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Warga Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
-
KPK: Wacana Pilkada Dipilih DPRD Harus Disertai Regulasi Jelas dan Pengawasan Ketat
-
Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Kontrakan Tanjung Priok, Satu Anak Kritis