Suara.com - Jalur pantura Tol Batang-Semarang mulai dipadati pemudik dari Jakarta dan daerah lain. Iring-iringan mobil berpelat B, D, T, dan E yang melintas di jalur Tol Batang-Semarang dari arah Jakarta (barat) menuju Semarang (timur) dengan kecepatan sekitar 80 kilometer per jam hingga 100 kilometer/ jam.
Arus mudik Lebaran 2022 di jalur pantai utara dan Tol Batang-Semarang hingga Minggu pagi atau H-1, terpantau ramai dan lancar.
Demikian pula, arus mudik kendaraan yang menggunakan jalur Pantura mulai dari Pos Pelayanan Terpadu Alun-Alun Batang hingga perbatasan wilayah Kabupaten Batang-Kendal juga terpantau lancar.
Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Mochamad Irwan Susanto dalam kegiatan pantauan arus mudik bersama Bupati Batang Wihaji di Batang, mengatakan bahwa arus mudik Lebaran memang sudah terjadi peningkatan sejak Rabu (27/4/2022) hingga Sabtu (30/4/2022).
"Namun, kami menyakini bahwa arus mudik lalu lintas dapat dikelola dengan manajemen bersama komunitas dan stakeholder berjalan dengan baik. Alhamdulillah hingga per malam hari ini arus mudik terpantau lancar dan tidak terjadi kejadian yang menonjol di lintas tol maupun arteri, dan jalur Pantura ," katanya.
Sementara itu arus mudik Lebaran yang melintas di jalur Pantura, kepadatan kendaraan terpantau lancar dan ramai.
Kapolres Irwan Susanto mengatakan dengan diberlakukan satu arah (one way) di jalur Tol Batang-Semarang dinilai sangat efektif.
Karena sebelum ada jalur tol kepadatan arus lalu lintas di jalur Pantura berpotensi menimbulkan kemacetan.
"Oleh karena itu, menurut kami kebijakan satu arah di tol menjadi strategi yang cukup baik untuk memecah atau manajemen arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan," katanya.
Baca Juga: Daftar Kuliner Khas Sulawesi Selatan, Cocok Jadi Oleh-oleh Mudik Lebaran
Demikian pula dengan adanya pemberlakuan satu arah di jalur tol dari arah Jakarta menuju Semarang, kata dia, akan mengurangi tren angka tingkat kecelakaan.
"Hingga per Sabtu malam ini, kami lihat juga tidak terjadi kecelakaan yang menonjol di wilayah Kabupaten Batang. Dengan arus mudik yang masih lancar, kami juga melakukan pengalihan arus lalu lintas melalui jalur alternatif," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Jelang Idul Adha, Stasiun Pasar Senen Dipadati Penumpang Kereta Jarak Jauh
-
Cerita dari Dapur Kayu Bakar: Tradisi Memotong Ayam dan Doa Opung untuk Cucu Merantau
-
Klaim Pemerintah Strategi One Way Berhasil Tekan Kepadatan Kendaran saat Mudik
-
Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen
-
Realisasi Mudik Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Lampaui Target Pemerintah
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi