Suara.com - Karena angka kekerasan yang mereka alami meningkat, pegawai toko di Australia mulai mengenakan kamera di badan untuk merekam perbincangan dengan pembeli. Praktik ini mungkin nantinya akan menjadi kebiasaan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Sekarang di ibu kota negara bagian Queensland di Australia, Brisbane, sebuah toko mulai menguji coba penggunaan kamera badan bagi pegawai mereka.
Jaringan toko Target Australia memberlakukan uji coba tersebut di beberapa gerainya termasuk di Buranda di Brisbane, sebagai upaya mencegah perilaku mengancam yang diperlihatkan oleh pembeli atau orang lain.
Ini dilakukan setelah selama pandemi COVID, terjadi peningkatan ancaman terhadap pegawai toko di kalangan industri ritel di Australia.
Sebuah pengumuman di Target di Buranda menjelaskan bahwa sejumlah pegawai akan mengenakan kamera di tubuh mereka sebagai uji coba keamanan 'untuk melihat cara yang lebih baik agar" tim kami dan komunitas aman."
"Kamera ini akan dikenakan oleh sejumlah pegawai dan hanya akan dihidupkan untuk merekam bila ada situasi di mana karyawan merasa keamanan mereka terancam," tulis pengumuman tersebut.
"Kamera hanya merekam video dan hasil rekaman hanya akan bisa dilihat oleh pimpinan Target dan tim keamanan, dan, bila memang diharuskan, jajaran hukum yang berwenang."
Direktur Eksekutif Asosiasi Ritel Nasional Australia Dominique Lamb mengatakan semakin banyak karyawan yang mengenakan kamera di tubuh mereka.
Dia mengatakan sepanjang pandemi COVID, terjadi peningkatan pencurian di toko, sikap agresif dan pelecehan terhadap para pegawai toko.
Baca Juga: Yuk! Belanja dengan Mudah Selama Libur Lebaran Bersama BRImo
"Kebanyakan jaringan toko ritel besar saat ini memanfaatkan teknologi seperti ini, khususnya karena faktor biaya," kata Lamb.
"Namun, kami tahu juga adanya CCTV yang dipasang oleh bisnis kecil, dan sejumlah cara lain yang digunakan untuk mencegah hal ini terjadi, seperti sejumlah jaringan toko yang bekerja sama untuk membayar biaya keamanan bersama.
"Kita semakin banyak melihat sikap agresi terhadap pegawai toko, juga peningkatan penggunaan senjata dalam kejahatan di toko-toko, dan sekarang kami berusaha memastikan keamanan bagi para pekerja.
Dominique Lamb mengatakan tindakan agresi terhadap para pekerja toko tersebut merupakan tindakan yang tidak bisa diterima.
Manajer umum Target, Tim Kemp, mengatakan keamanan bagi pembeli dan staf merupakan prioritas pertama bagi perusahaannya.
"Di seluruh industri ritel, jumlah situasi yang mengancam pegawai toko meningkat pesat sejak COVID dan kami berusaha melakukan segala sesuatu untuk mencegah hal tersebut terjadi di toko-toko kami," katanya.
Berita Terkait
-
Jaringan PMI Ilegal ke Malaysia Terbongkar, 68 Orang Berhasil Diselamatkan
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
-
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang
-
Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi
-
Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut
-
Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi
-
Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga