Raja Saudi Salman bin Abdulaziz mendapat dosis vaksin penyakit virus Corona (COVID-19) di Neom, Arab Saudi, 8 Januari 2021. (REUTERS/Antara)
Suara.com - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, dibawa ke rumah sakit di Jeddah, kota di Laut Merah, pada Sabtu (7/5/2022).
Raja Salman disebut menjalani tes medis. Hal itu seperti lapor kantor berita Saudi SPA yang mengutip pernyataan pihak kerajaan, Minggu (8/5/2022).
Raja Salman sedang menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Khusus King Faisal.
Raja Salman menjadi penguasa negara penghasil minyak utama dunia pada 2015 setelah menghabiskan 2,5 tahun lebih sebagai putra mahkota dan juga wakil perdana menteri.
Sebelumnya pemimpin berusia 86 tahun itu menjalani operasi kandung empedu pada 2020 dan baterai alat pacu jantungnya diganti pada Maret. (Antara)
Komentar
Berita Terkait
-
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Dilarikan ke Rumah Sakit Khusus King Faisal di Kota Jeddah
-
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Dilarikan ke Rumah Sakit
-
Bantuan Ramadhan, Raja Salman Kirim 1 Ton Kurma dan 3.000 Al-Qur'an ke Kemenag
-
Profil Pangeran Khalid bin Salman, Pangeran Arab Saudi yang Sambut Kunjungan Menhan Prabowo Subianto
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
Transjakarta Pasang 'Mata-Mata' AI di 5 Ribu Bus Demi Cegah Sopir Microsleep
-
India Krisis Gas: Restoran Hapus Menu Panas demi Hemat Bahan Bakar
-
Israel Digempur Rudal Iran, Tujuan AS Perang Lawan Iran Kian Tidak Jelas
-
Belum Tahu soal Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras, Menko Yusril Langsung Koordinasi
-
KontraS Desak Aparat Usut Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Ada Upaya Pembungkaman?
-
DPR Dorong STIA LAN Bandung Bangun Laboratorium AI dan Big Data untuk Cetak ASN Digital
-
Dukcapil Temukan Nama dengan 79 Huruf: Terlalu Panjang untuk Kolom KTP!
-
Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
-
Respons Aksi KPK, DPR: OTT Itu Penting, Tapi Penyelamatan Uang Negara Jauh Lebih Utama
-
Daftar Negara Korban Jalur Neraka Selat Hormuz, Bikin Ekonomi Kacau Imbas Perang Iran