Suara.com - Hingga hari ini (09/05), Indonesia sudah mencatat empat kematian anak yang diduga disebabkan oleh hepatitis akut.
Ketiga anak yang menurut Kemenkes datang ke fasilitas kesehatan pada kondisi stadium lanjut tersebut meninggal di Jakarta, sementara seorang anak meninggal di Tulungagung, Jawa Timur pada hari Jumat (06/05).
Dalam tiga kasus pertama, anak berusia 2 tahun sudah mendapatkan vaksinasi hepatitis, usia delapan mendapatkan vaksinasi COVID-19 satu kali dan vaksin hepatitis lengkap, dan usia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dan hepatitis lengkap.
Ketiga anak tersebut negatif COVID-19 dan berdasarkan hasil investigasi, satu kasus memiliki penyakit penyerta.
Umumnya, gejala awal dari penyakit hepatitis akut ini adalah mual, muntah, sakit perut, diare, dan terkadang deman ringan. Namun bila semakin parah, gejala seperti warna pekat seperti teh pada urine dan warna putih pucat pada feses juga akan dialami.
Beberapa sumber juga mencatat pasien mengalami jaundis, atau kondisi di mana mata dan selaput lendir berubah menjadi warna kuning.
Dalam pernyataan Kemenkes, diduga bahwa penyakit yang pertama kali terdeteksi di Skotlandia ini disebabkan oleh Adenovirus.
Sementara itu, ada dugaan bahwa strain virus ini juga merupakan gabungan dari adenovirus dan COVID, atau berkaitan dengan infeksi COVID sebelumnya.
Dalam jumpa pers tanggal 5 Mei, juru bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa ketiga kasus hepatitis akut di Jakarta masuk ke dalam "kriteria pending klarifikasi".
Baca Juga: Hepatitis Akut Menyerang Dunia, Pemerintah Didesak Buat Protokol Demi Cegah Korban Jiwa
"Masih ada pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan Hepatitis E yang membutuhkan waktu antara 10 sampai 14 hari ke depan” ucap dr Nadia.
'Sesuatu yang tidak normal, serius'
Menurut Meera Chand, direktur infeksi klinis di Agen Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), lima kasus pertama penyakit ini terdeteksi di Skotlandia pada 31 Maret lalu oleh "dokter yang menyadari keberadaan sesuatu yang tidak biasa".
Kelima anak ini tidak memiliki virus hepatitis A, B, C D, dan E.
Para dokter di Skotlandia melihat keanehan, karena biasanya dalam setahun bisa muncul empat hingga lima hepatitis yang tidak diketahui jenisnya.
Dr Meera mengatakan penyakit ini kemungkinan muncul pada anak yang telah menghabiskan "masa pertumbuhan"nya di tengah berlakunya protokol anti-COVID, seperti lockdown dan pemakaian masker selama dua tahun terakhir.
Ini menyebabkan imunitas atau kekebalan tubuh terhadap Adenovirus mereka tidak terbentuk.
Berita Terkait
-
Kemenkeu Raih Opini WTP 15 Kali Beruntun dari BPK
-
Game Ragnarok: The New World Resmi Dirilis, Banyak Hadiah Gratis
-
Strategi Perang Donald Trump Blunder, Bikin Iran Makin Ngamuk Lalu AS Kesulitan Menghadapi
-
Kerja Secukupnya, Waras Seutuhnya: Membedah Tren Quiet Quitting ala Gen Z
-
Krisis Air Mengintai Timur Tengah Setelah Pasukan Iran Sasar Pembangkit Desalinasi Air Kuwait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon
-
Menteri Ekraf Melihat Langsung Dapur Kreatif Industri Kecantikan di Malang
-
Kejagung Periksa Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Lima Mangkir dari Panggilan